Berita

PDIP Luncurkan Program Pembangunan Pola Semesta Berencana

MINGGU, 22 NOVEMBER 2015 | 15:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Untuk memastikan kesamaan prinsip dan konsep pembangunan calon kepala daerah dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2015, DPP PDI Perjuangan meluncurkan Program Pembangunan Pola Semesta Berencana. Pada tahap awal, program yang didasari ajaran Trisakti Bung Karno itu dilaksanakan di Provinsi Bali, terhadap enam pasangan calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan di provinsi tersebut.

"Jadi visi misi masing-masing calon kepala daerah bukan lah visi misi lima tahunan yang terpisah, namn Program Pembangungan Semesta Berencana. Tema Besarnya adalah Memilih Jalan Trisakti menjadi Jalan Pembangunan Bersama," kata Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoutri, dalam konferensi pers di kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali (Minggu, 22/11)

Megawati menjelaskan, konsep pembangunan resemesta berencana sudah pernah dilaksanakan di era pemerintahan Bung Karno. Lalu di era Orde Baru, diganti menjadi Garis-garis besar Haluan Negara (GBHN). Setelah UUD 1945 diamandemen, konsep pembangunan semesta berencana itu lalu hilang, dengan mendorong Otonomi Daerah. Namun pelaksanaan di lapangan justru tak sesuai dengan niat dasar, dan justru pembangunan nasional Indonesia jadi kurang terarah.


"Kalau sekarang, dalam rangka teknis perencanaan, setiap capres, calon gubernur, calon bupati, calon walikota, membuat visi-misi masing-masing untuk lima tahun. Tak ada yang berkesinambungan ketika lima tahun kemudian pemimpin berganti lagi. Kita ingin agar ada kesepakatan pembangunan nasional semesta berencana itu, misal, untuk 50 tahun ke depan. Kalau cuma tiap lima tahunan, programnya belum selesai, eh sudah pemilu atau pilkada lagi, ganti orang lagi. Akhirnya tak terbentuk kesinambungan yang jelas," ungkapnya.

Dia mengaku sudah bicara dengan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan untuk memikirkan kemungkinan mengamandemen lagi Konstitusi demi menghidupkan lagi konsep Pembangunan Semesta Berencana itu. Namun, walau sudah punya kesepahaman sama, prosesnya tak bisa langsung dilaksanakan. Karenanya, PDI Perjuangan memilih untuk mengujicobakannya sendiri di kalangan kepala daerah yang diusung partai itu. Dan ujicoba pertama di pilkada serentak untuk Provinsi Bali.

Saat ini, kata Megawati, pembangunan di masing-masing kabupaten atau Kotamadya di Bali jalan sendiri-sendiri. Dengan konsep baru Semesta Berencana, maka keenam calon kepala daerah yang diusung PDIP akan diarahkan memiliki visi misi yang saling terkoneksi. Hal itu juga berkonsekuensi bahwa pembangunan keenam daerah akan saling mendukung.

"Kalau sekarang kan beda-beda. Yang ini pengen bangun dam, yang sana ingi kereta, yang lain bandara. Padahal kan harusnya bisa disinergikan. Misal Bali, kalau ingin bangun jalan, bisa sekalian dibangun semuanya dalam 5 tahun secara bersama-sama. Karena toh berdampingan bersama semua kok," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Megawati menyerahkan dokumen dan buku soal Program Pembangunan Semesta Berencana kepada Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster, dengan disaksikan oleh kader PDIP Bali, dan sejumlah elite partai seperti Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo, Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga, anggota DPR PDIP Rieke Diah Pitaloka dan I Made Urip.

Sementara keenam pilkada yang akan menjalani proyek PDIP itu adalah Pilkada Badung, Pilkada Kabupaten Karangasem, Pilkada Kotamadya Denpasar, Pilkada Kabupaten Tabanan, Pilkada Kabupaten Jembrana, dan Pilkada Kabupaten Bangli. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya