Berita

vovel baswedan/net

Demi Keadilan Kasus Novel Baswedan Harus Dihentikan

MINGGU, 22 NOVEMBER 2015 | 10:18 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Bareskrim Polri menghentikan kasus yang menjerat Novel Baswedan, salah satu penyidik senior di lembaga anti rasuah.

"Saya harapkan dihentikan," ujar Wakil Ketua KPK Zulkarnaen.

Zulkarnain mengatakan kasus yang menjerat Novel harus dihentikan demi keadilan.


"Dari perkara muncul dalam situasi yang tidak normal, tentu dari aspek rasa keadilan," kata pria yang biasa disapa Zul itu.

Zul mengataakn pihaknya sudah berkomunikasi kepolisian agar tetap terjalin hubungan antar kelembagaan yang sehat.

"Nanti kita mulai bicara baik-baik. Kita ingin hubungan kelebagaan bagus," ujarnya.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Novel Baswedan Senin (23/11) besok.

Kapolri Bardodin Haiti mengingatkan ketentuan hukum yang tertulis dalam Undang-Undang apabila Novel mangkir dari panggilan pertamanya itu.

Diketahui, Bareskrim Polri menetapkan Novel sebagai tersangka atas kasus penganiyaan terhadap pelaku pencurian sarang burung walet hingga tewas pada tahin 2004. Saat itu Novel menjabat sebagai Kepala Kesatuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu.

Penetapan tersangka Novel dilakukan pada tahun 2012 ketika ia menjadi penyidik utama kasus korupsi yang menjerat bekas Kapala Korps Lalu Lintas, Irjen Djoko Susilo.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya