Berita

MPR Gandeng Pramuka Sosialisasi Empat Pilar

JUMAT, 20 NOVEMBER 2015 | 22:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

MPR RI menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR bekerjasama dengan Kwartir Nasional Pramuka. Kegiatan yang mengambil tema "Kemah/Jambore Sosialisasi Empat Pilar MPR" berlangsung di Bumi Perkemahan Letjen TNI (Purn) DR (HC) Mashudi, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Kepala Biro Persidangan Setjen MPR RI, Muhammad Rizal mengatakan, kegiatan yang berlangsung 20-23 November ini diikuti oleh 250 anggota pramuka penegak/ pendega dari wilayah Bandung Raya, meliputi Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.

"Untuk tahun ini ada dua kegiatan Kemah/Jambore. Kalau nanti kegiatan ini ada hasilnya maka tahun depan kita akan tingkatkan lagi," kata dia dalam keterangan, Jumat (20/11).


Rizal memberi apresiasi pada Kwartir Nasional Pramuka yang telah memberi dukungan hingga terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. "Pramuka jadi sasaran sosialisasi, karena pramuka termasuk salah satu pilihan dari pimpinan MPR dalam rangka membentuk kader bangsa," jelas dia dalam sambutan.

Sosialisasi Empat Pilar dengan metode Kemah/Jambore untuk anggota pramuka ini dibuka secara resmi oleh pimpinan Fraksi Golkar di MPR H. Hardisoesilo. Anggota Badan Sosialisasi yang juga anggota MPR kelompok DPD RI  H. Ghazali Abbas Adan, Wakil Ketua Kwartir Nasional Pramuka Marbawi, dan Ketua Kwartir Daerah Pramuka Jawa Barat juga hadir dalam acara tersebut.

Hardisoesilo menyatakan, setelah reformasi terasa ada kekosongan dalam membangun karakter bangsa. Kalau pada masa Orde Baru sosialisasi Empat Pilar diselenggarakan oleh sebuah badan, BP-7, dan kegiatannya dikenal dengan P-4. "Dulu seseorang yang mau anggota DPR/MPR harus lulus P-4 model 120 jam," ujar dia dalam sambutan.

Setelah Orde Baru tidak ada lembaga yang melakukan sosialisasi Empat Pilar. MPR kemudian diberi amanat oleh undang-undang untuk melaksanakan sosialisasi Empat Pilar. "Jadi, sosialisasi ini bukan wewenang MPR ditetapkan oleh UUD, melainkan oleh UU," ungkap Hardisoesilo.

Menurutnya, sosialisi ini penting karena setelah reformasi orang seakan lupa Pancasila dan malu menyebutnya karena dianggap berbau orde baru. Sekarang, setelah MPR secara masif menyelenggarakan sosialisasi Empat Pilar, orang mulai tak lagi malu-malu  menyebut Pancasila.

Kepada anggota pramuka, Hardisoesilo berharap, kegiatan ini dapat menambah wawasan dalam tata kehidupan berbangsa dan bernegara, dan di kegiatan ini para peserta mmendapat informasi berbagai hal, termasuk  GBHN. Ini untuk anggota Pramuka, karena pramuka adalah salah satunya sisa harapan bangsa.

Seperti juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Kwartir Nasional Pramuka Marbawi bahwa menjadi Pramuka pada hakikatnya adalah tulang punggung negara dan bangsa. Maka, kerjasama dengan MPR ini, menurut Marbawi, dimakasudkan untuk menyiapkan gerasi sebagai penanggung jawab pembangunan bangsa yang besar ini.

"Ini negara besar tidak bisa dipimpin oleh pemimpin yang setiap hari pegang HP. Kita membangun bangsa ini dengan disiplin," ujar Marbawi. [sam]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya