Berita

zulkifli hasan/net

Nusantara

Ketum PAN: Sudah Saatnya Elit Berhenti Bikin Gaduh

JUMAT, 20 NOVEMBER 2015 | 11:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan sudah saatnya elit berhenti membuat kegaduhan yang tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

"Elit harus mulai fokus bekerja untuk kepentingan rakyat terutama rakyat kecil," kata Zulkifli yang juga MPR ini disela-sela kampanye simpatik pasangan A. Hakam Naja-Nur Chasanah di Pasar Grogolan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (20/11).

Jelas Zulkifli, dalam berbagai kesempatan ke daerah ia selalu berkomunikasi dengan rakyat melalui pasar-pasar tradisional. Dan kondisinya sangat membutuhkan perhatian dari semua pihak, terutama pemerintah.


Lebih lanjut Zulkifli menambahkan PAN akan sangat mendukung program-program pemerintah yang bersentuhkan dengan ekonomi rakyat.

"Karena kalau program-program kerakyatan ini bisa terwujud dengan baik maka yang diuntungkan juga rakyat juga," tukasnya.

Ikut mendampingi Zulkifli saat blusukan di Pasar Grogolan, pasangan calon walikota dan wakil walikota Pekalongan, A. Hakam Naja-Nur Chasanah, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Waketum PAN Asman Abnur dan Didik J Rachbini, Bendum PAN Nasrullah, Wasekjen PAN Soni Sumarsono, Diyah Hestu Lestari, Wulandari Ramadhan dan Farah  Inggrid, serta Ketua DPW PAN Jateng Wahyu Kristianto. Selain PAN, partai pengusung dengan nomor urut dua ini yaitu Partai Gerinda dan Partai Bulan Bintang juga terlihat ikut.

Usai dari pasar seperti dalam rilis yang diterima redaksi, rombongan melanjutkan ke acara Do'a Pilwakot Damai Bersama 100 Kiai/Habaib dan Konsolidasi Akbar Tim Kampanye untuk Pasangan Hakam Naja-Nur Chasanah di Gedung Aswaja Kota Pekalongan. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya