Berita

susaningtyas/net

Susaningtyas: China Tak Mengklaim Kepulauan Natuna

JUMAT, 20 NOVEMBER 2015 | 06:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam klaim China di Laut China Selatan yang disampaikan kepada Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2009, China sama sekali tidak mengklaim kepulauan Natuna.

Demikian disampaikan pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa waktu lalu (Jumat, 20/11).

Pernyataan Susaningtyas ini terkait dengan kegaduhan yang tidak berdasar yang belakangan menjadi ramai dibicarakan terkait dengan kepulauan Natuna yang diklaim China. Disebutkan bahwa paspor terbaru China telah memasukkan pulau kaya gas alam ini di wilayahnya.


Tentu saja, ungkap Susaningtyas pernyataan-pernyataan terkait masalah ini tak berrdasar. Selain karena memang pada 2009 itu China tak mengklain kepulauan Natuna sebagaimana disampaikan kepada Sekjen PBB, juga karena jarak kepulauan Natuna dengan Pulau Spratley.

"Jaraknya lebih dari 400 mil Laut atau dua kali luas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)," kata Susaningtyas.

Susaningtyas pun menegaskan bahwa gambar garis-garis putus di Laut China Selatan di paspor warga China bukan suatu bukti hukum kepemilikan yang kuat dalam hukum internasional.

"Pemberitaan media dan pernyataan pejabat yang simpang siur tentang Laut China Selatan telah membuat kegaduhan yang tidak perlu. Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada satu pun negara yang mengklaim kepemilikan pulau-pulau Indonesia di Natuna," tegas Susaningtyas.

Susaningtyas menambahkan, dasar hukum kepemilikan Indonesia atas semua pulau-pulau di Natuna sangat kuat. Yakni ada di balik sabuk sakti laut teritorial 12 mil yang telah dideklarasikan oleh Djuanda pada 1958, diakui UNCLOS pada 1982 dan telah didepositkan di Sekjen PBB tanpa ada protes satu negara pun. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya