Berita

rachmat gobel/net

Bisnis

Bukan Tokoh Konflik, Rachmat Gobel Dipercaya Bisa Persatukan Kadin

SELASA, 17 NOVEMBER 2015 | 17:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pengamat ekonomi yang juga Rektor Universitas Paramadina, Jakarta, Firmanzah mengatakan gagasan Rachmat Gobel untuk mempersatukan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang kini dalam dualisme kepemimpinan pantas mendapat dukungan berbagai kalangan, terlebih lagi bagi yang berada di internal organisasi tersebut.

Ia menyebutkan, Rachmat Gobel bukan tergolong tokoh konflik dan bahkan memiliki integritas moral yang baik sehingga dipercaya dapat menyatukan Kadin dalam satu wadah kembali.

"Figur Rachmat Gobel dapat diterima oleh semua elemen, apalagi dengan komitmennya yang ingin mengedepankan persatuan di tubuh Kadin, maka dipastikan banyak orang menyukainya," ujar Firmanzah di Jakarta, Selasa (17/11).


Ditambahkan, penyatuan Kadin dari dualisme kepengurusan sangat penting agar organisasi para pengusaha itu dapat mengoptimalkan perannya.

"Penting sekali gagasan penyatuan disuarakan untuk bisa diwujudkan. Hal itu merupakan amanat Undang-undang No 1/1987 tentang Kadin," ungkap ekonom muda ini.

Ia menjelaskan, jika Kadin masih tetap dalam dualisme seperti sekarang ini, para pengusaha akan merasa bingung ke mana menyalurkan aspirasinya. Di sisi lain, permasalahan dualisme dapat mengganggu hubungan Kadin dengan pemerintah, oleh karena Kadin merupakan mitra strategis pemerintah.

"Dalam kondisi terdapat dualisme inilah, pemerintah menjadi tidak nyaman kalau berhubungan dengan salah satu versi Kadin," tegas Firmanzah.

Ia kemudian menyarankan agar gagasan menyatukan Kadin dari Rachmat Gobel, ditindaklanjuti dengan langkah konkret oleh semua pihak yang ada di Kadin melalui upaya rekonsiliasi.

Gagasan menyatukan Kadin merupakan salah satu tekad Rachmat Gobel sebagai calon ketua umum Kadin pada Munas VII di Bandung. Menurut Rachmat, Kadin harus bersatu agar lebih kuat dan optimal peranannya dalam kedudukan sebagai mitra pemerintah, termasuk demi menciptakan kemajuan dan kebesaran Kadin yang disegani baik di dalam negeri maupun di tingkat global.

Penyelenggaraan Munas VII Kadin di Bandung, Jawa Barat digelar 22-24 November ini dengan mengambil tema, "Memperkuat Daya Saing Ekonomi Nasional dan Daerah melalui Pembangunan Industri yang Kuat, inovatif, dan Berkelanjutan."

Adapun agenda utama munas membuat rumusan program kerja strategis serta memilih Ketua Umum Kadin untuk periode 2015-2020, menggantikan masa bhakti kepemimpinan Suryo Bambang Sulistio di Kadin pada 2010-2015.

Munas ini direncanakan dibuka Presiden RI Joko Widodo. Sedikitnya, 2.000 orang terdiri dari peserta dan peninjau akan hadir di dalam acara.

Sementara itu, beberapa tokoh yang sejauh ini memang berkiprah di Kadin sudah menyatakan pencalonannya menjadi ketua umum, antara lain mantan Menteri Perdagangan RI dan juga pimpinan kelompok usaha Panasonic Gobel di Indonesia, Rachmat Gobel dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial Rosan Perkasa Roeslani.

Rachmat Gobel sendiri pernah menjadi Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia, dan Eelektronika di masa kepemimpinan Aburizal Bakrie, serta dua kali berturut-turut dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Teknologi, dan Kelautan saat Mohammad Suleman Hidayat ketua umumnya.

Di era Suryo Bambang Sulistio, Rachmat pun menjabat Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Infrastruktur namun mundur karena diangkat oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri Perdagangan RI.[wid]



Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya