Berita

Risty Tagor/net

Blitz

Risty Tagor, Diminta Stuart Berhenti Merokok

SELASA, 17 NOVEMBER 2015 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA


Sidang perceraian Risty Tagor dan Stuart Collins di Pengadilan Agama Jakarta Se­latan berlanjut, kemarin. Sidang beragendakan mediasi dan di­lanjutkan dengan pembacaan gugatan. Setelah mendengar gugatan, pihak Stuart meradang. Mereka tak terima dengan tudu­han Risty, jika Stuart acap kali berbuat kasar kepada anaknya. Tuduhan ini yang dinilai men­gada-ada dan rekayasa.

"Gugatan yang diberikan ini tidak mendasar. Klien kami dituduh bersikap kasar dan lain-lain. Kalau dari pihak kita per­masalahan perselisihan rumah tangga itu hal yang biasa. Tapi kalau temperamen dia (Stuart) nggak ada. Jadi sebenarnya bisa diselesaikan baik-baik. Kalau ringan tangan itu rekayasa. Klien kami tidak pernah kasar," kilah Stuart lewat pengacaranya, M Adrianza Yunial.

Dilanjutkan, tak ada perselisi­han yang terjadi secara terus menerus. Sehingga permasala­han masih bisa diredam. Stuart pun berharap Risty mau men­erima permintaan maafnya.

Dilanjutkan, tak ada perselisi­han yang terjadi secara terus menerus. Sehingga permasala­han masih bisa diredam. Stuart pun berharap Risty mau men­erima permintaan maafnya.

"Gugatan yang dilayangkan, ini semua terlalu mengada-ada. Tidak terjadi perselisihan terus menerus tidak ada gugatan yang krusial. Intinya dia (Stuart) mau mempertahankan rumah tang­ganya."

Adapun Risty sebisa mung­kin ingin berkomunikasi baik dengan Stuart yang kini masih berstatus suaminya. Pernah mencoba, namun tak pernah ada perubahan. Sekalinya berkomu­nikasi, Risty malah dituduh yang macam-macam oleh pesinetron asal Inggris ini.

"Kalau telepon emang Risty nggak angkat karena banyak pemikiran-pemikiran Stuart yang menurut Risty nggak masuk akal. Dia (Stuart) SMS kalau Risty jangan merokok saat hamil. Nah, kalau buat SMS dan untuk nuduh-nuduh buat apa," ungkap Ina Rachman, kuasa hukum Risty.

Pemain film Bestfriend? dan Perempuan Berkalung Sorban ini pun berharap Stuart paham dan sadar atas kondisi yang sebe­narnya terjadi. Jika ingin men­jenguk pun, harap bisa meng­gunakan etika. "Dia (Stuart) datang ke rumah saat itu cuma ada Arsen dan pengasuh. Tapi kalau mau ada itikad baik jangan tiba-tiba muncul. Karena dia kan sekarang rumah tangganya lagi nggak baik," tukasnya.

Yang lain. nsiden olesin sam­bel yang dilakukan Stuart ke­pada anak tirinya, Arsen Raffa Balweel beberapa waktu lalu masih memberikan rasa trauma kepada Arsen. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya