Berita

Politik

Jokowi Berpotensi Jadi Musuh Bersama Aktivis

MINGGU, 15 NOVEMBER 2015 | 14:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kelompok pro neoliberalisme yang berseberangan dengan Trisakti dan Nawacita sangat agresif melobi dan mengganggu Presiden Joko Widodo. Saat ini mereka ada di lingkaran terdalam Istana Negara.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis Prodemokrasi (Prodem) Satyo Purwanto kepada wartawan, Minggu (15/11).

"Jokowi menang dalam Pilpres 2014 berbasis argumentasi Trisakti dan Nawacita pemberi harapan dan semangat rakyat. Tetapi  kini tingkat kepercayaan ke Jokowi menurun sebagai dampak politik transaksional dengan kaum neoliberal pemburu rente. Jokowi berpotensi jadi musuh bersama aktivis," kata dia.


Ironisnya lanjut Komeng, sapaan akrab Satyo Purwanto, Jokowi tidak memiliki barisan menteri bermental petarung dan bervisi sama. Mayoritas menteri Kabinet Kerja adalah produk arisan transaksional dengan 'bandar', sehingga tak memiliki jiwa kepemimpinan dan kompetensi penuntasan problem riil bangsa, dan sering menciptakan beban dan polemik baru untuk Presiden.

"Persoalan krusial terkini adalah perekonomian, ketenagakerjaan dan membabat kaum pemburu rente. Isu perekonomian dan tenaga kerja seiring sejalan, karena tenaga kerja adalah elektroda dalam sistem makro dan mikro perekonomian Indonesia. Gejolak ekonomi dan ketenagakerjaan yang terus terjadi adalah dampak ketidakmampuan para menteri terkait," urai Komeng lagi.

Analisa Komeng, situasi di 2016 akan bertambah buruk bagi pemerintah sehingga pilihan dan kuasa ada di Presiden Jokowi untuk bertindak cepat, tepat dan efektif, terutama dalam pembersihan dan reshuffle kabinet dari kaum neoliberal guna percepatan pemenuhan janji kampanye.

"Pergunakan hak dan kewenangan Presiden dengan keberanian atau Jokowi akan menjadi musuh bersama dari seluruh elemen gerakan mahasiswa, buruh, petani, pemuda dan rakyat yang ingin perubahan. Waspadalah," demikian Komeng.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya