Berita

Bisnis

eSPeKaPe Heran Audit Tak Sampai Era Ari Soemarno

SABTU, 14 NOVEMBER 2015 | 17:39 WIB | LAPORAN:

Pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said terkait hasil audit forensik terhadap anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) yang dilakukan oleh auditor global asal Australia KordhaMentha dinilai sebagai pernyataan yang mendiskreditkan Pertamina.

Ketua Umum eSPeKaPe (Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina), Binsar Effendi Hutabarat mengatakan, dia curiga atas ekspos hasil audit Petral oleh Sudirman Said tersebut. Sebab, Sudirman merupakan bagian dari jaringan masa lalu di Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina-Petral PES bersama dengan Ari Soemarno yang menjadi Dirut Pertamina pada 2008. Sudirman pernah menjadi Senior Vice President (SVP) ISC Pertamina yang notabene adalah penentu dan pengambil keputusan impor minyak mentah dan BBM.

"Telisik siapa saja yang bermain, tidak hanya pada periode tertentu. Mulai dari Petral berdiri ataupun ketika Sudirman berkongsi dengan Ari Soemarno,” kata Binsar di Jakarta, Sabtu (14/11).


Dia menjelaskan, pengakuan Sudirman soal adanya pihak ketiga yang bukan bagian dari manajemen Petral, Pertamina, maupun pemerintah yang terlibat dalam perdagangan minyak mentah dan BBM berbau politis.

"Menteri ESDM jangan politis menyampaikan audit Petral-PES. Kalau mau ungkap, sebaiknya jangan setengah-setengah dan harus total. Tidak mungkin tidak ada pejabat-pejabat baik di Pertamina maupun di pemerintah yang tidak terlibat. Jelas saya mengecam Sudirman karena pada konteks ini telah mendiskreditkan Pertamina,” tegasnya.

Binsar curiga Sudirman tiba-tiba sangat getol mengungkap audit Petral saat isu perombakan alias reshuffle kabinet menguat. Terutama setelah namanya turut disebut-sebut akan diganti dari Kabinet Kerja.

"Yang namanya audit seharusnya dilaporkan kalau ada penyelewengan. Harus dibawa ke KPK kalau memang ada korupsinya. Bukan hanya bisa dijadikan menu konperensi pers saja, dan yang imbasnya nama Pertamina juga dirugikan” sebut dia.

Sebaiknya, lanjut Binsar, Sudirman menghindari membuat pernyataan yang tidak jelas yang hanya menambah ketidakpastian arah negara. Ketimbang membuat pernyataan yang tidak jelas, Sudirman lebih baik membuka siapa saja sebetulnya mafia migas di balik perusahaan Petral.

"Sudirman juga harus bertanggung jawab atas keterangan yang disampaikannya kepada publik. Karena kalau Sudirman adalah wakil pemerintah, maka punya kewajiban secara transparan menyebut pihak ketiga siapa yang dimaksud karena dalam aktivitas bisnisnya bisa mempengaruhi urusan negara. Apalagi Presiden Jokowi terus mendukung penegakan hukum pasca hasil audit forensik terhadap Petral,” jelasnya.

Ditambahkan, jika pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said itu tidak berani mengungkap siapa mafia migas yang mempengaruhi Petral dan melaporkan segera ke KPK, maka sepanjang itu pula Sudirman dapat dianggap telah melakukan kebohongan publik.‎ Bahkan, ada kemungkinan pernyataan Sudirman itu dilontarkan, sebagai usaha mengalihkan isu yang sesungguhnya agar pejabat di Pertamina diisi oleh orang-orangnya.

"Daniel Purba yang menjabat SVP ISC Pertamina, adalah bekas anak buahnya. Padahal Daniel juga bagian dari mantan pejabat di Petral saat Dirut Petral Ari Soemarno. Kalau benar hal itu yang menjadi tujuan dari Sudirman, maka saya mohon kepada Presiden Jokowi untuk memasukannya dalam daftar teratas menteri yang harus diganti pada saat reshuffle kabinet nanti,” tutup dia. [sam]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya