Berita

Anang Desak Pemerintah Relokasi PAUD Tempat Pembunuhan Salim Kancil

SABTU, 14 NOVEMBER 2015 | 16:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah, meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk merelokasi sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di  Selok Awar-Awar, Lumajang. Karena, sekolah tersebut telah menjadi tempat pembunuhan dan penganiyaan aktivis antitambang Salim Kancil dan Tosan beberapa waktu lalu.

‎"Saya minta agar pemerintah segera merelokasi sekolah. Relokasi itu bertujuan agar luka traumatic yang dialami anak-anak segera hilang," ujar Anang di Jember, Jawa Timur.

Anggota DPR daerah pemilihan Jember dan Lumajang itu menambahkan, alasan lain sekolah PAUD itu harus direlokasi karena fasilitas yang dimiliki juga kurang memadai. Murid yang berjumlah puluhan hanya memiliki dua kelas dan fasilitas bermain yang minim.

"Selain itu juga harus ada peningkatan fasilitas sekolah agar anak-anak dapat mengembangkan potensi yang dimiliki," jelas politisi PAN itu saat melakukan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat atau reses dengan bertemu keluarga Salim dan Tosan.

Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut, Anang juga menjelaskan, pendidikan anak-anak usia dini sangat perlu diperhatikan pemerintah. Ini tidak lain karena mereka adalah aset penerus bangsa.

"Perbaikan bangsa ini harus dimulai sedini mungkin. Pendidikan anak usia dini adalah salah satu strategi untuk menjawab permasalahan tersebut. Jadi menurut saya sudah saatnya pemerintah memiliki perhatian yang serius.  Perluasan akses, fasilitas dan sumber daya pedidik saya pikir menjadi langkah awal yang baik," paparnya.

Seperti diketahui kasus pembunuhan dan penganiayaan terhadap aktivis antitambang pasir Salim alias Kancil dan Tosan terjadi pada 26 September 2015 karena mereka menolak keberadaan tambang pasir di Pantai Watu Pecak yang dikelola Kades Desa Selok Awar-Awar.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya