Berita

franky sibarani/net

Bisnis

Australia Jajaki Investasi Perkapalan 12 Juta Dolar AS

JUMAT, 13 NOVEMBER 2015 | 20:24 WIB | LAPORAN:

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali mengidentifikasi adanya minat investasi dari investor Australia. Setelah minat investasi di sektor pengolahan kopi, hortikultura dan sektor kelistrikan, kini giliran industri galangan kapal di Tasmania, Australia menyampaikan minatnya.

Perusahaan tersebut dipertemukan Indonesia Investment Promotion Center dengan perusahaan swasta nasional dalam acara one on one meeting di Hobart, Tasmania. Hasilnya kedua belah pihak sepakat menjajaki kerjasama investasi senilai  12 juta dolar AS.

"Misi investasi BKPM mencatatkan beberapa capaian utama,  diantaranya pertemuan dengan salah satu pioner industri galangan kapal Australia yang bertemu dengan perwakilan Kementerian Perindustrian, BKPM dan perwakilan perusahaan swasta nasional yang menghasilkan kerjasama investasi senilai 12 juta dolar AS," kata Kepala BKPM, Franky Sibarani dalam keterangan pers, Jumat (13/11).


Franky menyampaikan bahwa kerjasama  investasi tersebut akan segera direalisasikan. Disamping itu juga dijajaki kemungkinan dilakukannya transfer teknologi kepada pihak Indonesia, khususnya dalam pembuatan kapal catamaran yang lebih stabil dalam menghadapi gelombang besar, selain itu  membuat  kapal penumpang, kapal militer, kapal cepat, serta jenis kapal lainnya.

Dari sisi Indonesia, beberapa hal yang diapresiasi positif investor Australia ketersediaan tenaga kerja kompetitif serta pasar dari produksi kapal tersebut. "Selain itu, Indonesia juga dapat menjadi hub bagi perusahaan Australia tersebut di kawasan ASEAN dan Asia,” terangnya.

Kunjungan itu dimanfaatkan oleh perusahaan swasta nasional mengunjungi dua perusahaan Australila yang memproduksi alat dan sistem penunjang yang dibutuhkan dalam produksi kapal. Perusahaan pertama melakukan produksi sistem insulasi mencegah kebakaran di kapal, dalam mesin atau tanki minyak di kapal. Selain itu mengunjungi perusahaan yang membuat system marine evacuation system. Perusahaan ini mensuplai keberbagai angkatan laut di berbagai negara.

BKPM sendiri menempatkan Australia sebagai salah negara prioritas tujuan pemasaran investasi. Sepanjang Januari-September 2015, BKPM mengidentifikasi minat investasi dari negara tersebut  1,53 Miliar dolar AS, di mana  970 juta dolar AS diantaranya masuk dalam kategori serius dan segera diajukan izin prinsipnya.  
Kantor perwakilan BKPM di Sydney terus aktif melakukan berbagai kegiatan  menarik minat investasi dari Australia. Hubungan politik bilateral negara seringkali naik turun. Kunjungan Perdana Menteri Malcolm Turnbull dapat menjadi momentum yang positif meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara. Selain itu, Menteri Perdagangan Australia juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke Indonesia bersama 250 pengusaha pekan depan.

Australia sendiri berada di peringkat 12 negara merealisasikan investasinya di Indonesia dengan nilai investasi mencapai 104 juta dolar AS dan jumlah proyek 296. Angka tersebut diatas realisasi negara-negara Eropa anggota OECD lainnya seperti Italia (97,9 juta dolar AS), Perancis (94,9 Juta dolar AS) dan Jerman (27 juta dolar AS). [sam]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya