Berita

Dunia

Membangun Citra Positif Afrika Lewat Lukisan Dinding

JUMAT, 13 NOVEMBER 2015 | 15:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perwakilan dari kedutaan beberapa Negara Afrika datang ke daerah Radio Dalam pada Kamis sore (12/11). Duta besar Afrika Selatan, Nigeria, Maroko, Zimbabwe, dan Mesir. Juga terlihat perwakilan dari Kemlu. Mereka menghadiri peresmian lukisan dinding (Mural) AFRICA WALL oleh inisiatif global Vanilla Remix.

Lukisan dinding "AFRICA WALL" terpampang pada dinding 20 meter di daerah Jaan Margaguna no 3 Radio Dalam. Africa Wall adalah ikon baru untuk Megapole Jakarta dan untuk Indonesia yang bertujuan untuk menyajikan citra positif Afrika kepada masyarakat Indonesia.

‎Mural Africa Wall dirancang dan dilukis oleh tiga seniman muda Indonesia. ‎Menurut Christopher dari Vanilla Remix, Afrika Wall bertujuan untuk membawa pengetahuan positif Afrika kepada masyarakat Indonesia secara artistik melalui seni jalanan.

‎Dijelaskannya, Afrika adalah benua yang semakin penting untuk semua pelaku global. Tetapi citra Afrika masih negatif di Indonesia dan sering dikaitkan dengan kelaparan, perang atau penyakit. Padahal, menurutnya, Afrika jauh lebih dari itu. Sehingga persepsi di masyarakat harus berubah cepat. Semua aktor global utama memiliki minat yang semakin kuat di Afrika, benua besar dan sangat beragam; sehingga sangat penting untuk mengetahui Afrika yang lebih baik dan terlibat melalui masyarakat sipil dan masyarakat untuk inisiatif orang.

‎Sebagai inisiator dari konferensi Asia Afrika, Indonesia memiliki legitimasi yang luar biasa dan potensi pengaruh di Asia dan Afrika. Hanya saja, ha itu belum terlihat wujudnya pada hubungan bisnis. Negara Indonesia belum memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh Afrika untuk kepentingan bisnis, budaya, maupun diplomasi.

"Malaysia sudah menjadi negara Investor terbesar ketiga di Afrika setelah Amerika dan Perancis. Indonesia masih ketinggalan jauh," ujarnya.

‎Dalam konteks itu, Afrika Dinding merupakan kontribusi untuk pemahaman yang lebih baik dan citra Afrika di Indonesia dan Asia, di jantung kota Jakarta, salah satu kota terbesar di dunia dan ibukota ASEAN.

‎Mural ini Cocok sebagai latar belakang untuk selfies dan pemotretan dengan teman-teman atau untuk dirinya sendiri sebagai karya seni jalanan, Afrika Wall berpusat pada penyanyi wanita trendi Inna Modja dari Mali mengenakan Nelson Mandela T-shirt. Mantan Presiden Afrika Selatan dan global sadar Nelson Mandela sendiri tentu saja dan seperti biasa mengenakan batik Indonesia. Inna Modja dihiasi dengan beberapa artefak Afrika dan simbol dan memegang ponsel dengan merah dan putih (merah putih) peta Afrika di layar atau dengan kata lain Afrika dengan warna bendera Indonesia.

‎Komponen utama lain dari Afrika Wall adalah jerapah raksasa yang tubuhnya sebenarnya terdiri dari banyak pemimpin sejarah Afrika seperti Nasser dan Cleopatra dari Mesir, Ratu Sheba dari Ethiopia, Kwane Nkrumah dari Ghana Queen Amina dari Nigeria Queen Nzinga dari Angola atau Emir Abdelkader, Houari Boumedienne dan Djamilah Bouhired dari Aljazair dan seniman Afrika terkenal seperti penyanyi seperti Miriam Makeba dari Afrika Selatan, Papa Wemba dari Kongo, Oum Kalthoum dari Mesir, Youssou N'Dour dari Senegal atau Angelique Kidjo dari Benin, penulis seperti Hadiah Nobel Pemenang Wole Solinka dari Nigeria dan aktor / aktris seperti Lupita Nyong'o dari Kenya, Barkhad Abdi dari Somalia atau Genevieve Nnaji dari Nigeria. Bapak pendiri Indonesia, Presiden Soekarno, juga merupakan bagian dari jerapah sebagai utama dunia dan pemimpin Asia Afrika.

‎Dinding selesai dengan simbol Afrika, pola dan artefak dari banyak negara Afrika yang berbeda serta pepatah dalam bahasa Swahili, salah satu bahasa yang paling diucapkan di Afrika.

‎Secara total, sebagian besar negara-negara Afrika diwakili dalam mural Africa Wall.[dem]‎

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya