Berita

Millane Fernandez/net

Blitz

Millane Fernandez, Suka Cowok Dandan

RABU, 11 NOVEMBER 2015 | 08:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sudah 29 tahun, sebenarnya bosan kemana-mana sendiri. Susah cari cowok yang mengerti dirinya gila kerja.
 
Siapa tidak kesengsem Millane Fernandez? Selain cantik, ia juga berbakat. Sebelum pulang kampung ke Indonesia, adiknya Nino Fernandez sudah terkenal di Jerman sebagai penyanyi. Boom Boom, I Miss You dan What a Good Man adalah singlenya yang akrab didengar di negeri Bavaria.

Prestasi dan kepopuleran sudah cukup diraih dara 29 tahun ini. Namun hal tersebut tidak menular ke urusan asmara. Sampai detik ini Millane masih menjomblo. Apa tidak bosan?


"Bosan juga kemana-mana sendiri, tapi berusaha menikmati saja," jawab Millane saat ditemui, baru-baru ini.

Rasanya mustahil kalau tidak ada lelaki yang mendekatinya. Sayang ia bukan tipe yang mudah berbagi rahasia.

"Kayaknya aku membeberkan kehidu­pan aku, tapi kalau asmara biar aku saja yang tahu," cetus pemain film Terowongan Casablanca ini.

Saat disinggung mengenai tipe lelaki yang disukai, Millane menyebut beberapa kriteria yang unik dan menarik.

"Kalau cowok glamour nggak suka sama sekali, sekalipun dia lucu ya. Lebih baik yang naik motor sendiri and ada sisi feminim dikit, suka dandan. Maksudnya rapi gitu," ceritanya.

Sudah adakah yang bertipe seperti itu dari banyak lelaki yang mendekati?

"Rahasia. Kalau tipe cowok aku sih nggak ada. Aku lebih senang attitude-nya. Pastinya dia juga mau mengerti pekerjaan aku," jawab pemain drama Gita Cinta The Musical ini.

Di lingkungan terdekatnya, Millane dikenal sebagai perempuan yang gila kerja. Kapanpun, apapun, dia sigap melakukan sesuatu. Meski begitu, ia tetap butuh support dari banyak pihak.

"Dukungan kakak bagus, walaupun aku nggak mau banyak orang tahu kalau Nino kakak aku. Aku mau nunjukin karena ke­mampuan dan kerja keras benar-benar lebih terbayang bukan numpang sama orang," seloroh Millane.

"Dukungan mama dari moral dan se­muanya luar biasa banget. Terpuruknya cuma mereka yang bisa kasih semangat lagi. Aku nggak pernah sendiri. Walaupun nggak bisa ketemu tiap hari dan meluk tiap hari tapi untungnya bisa komunikasi," imbuhnya.

Bimbingan dari sang ibunda sangat berarti sekali dalam perjalanan karier Millane. Ia jadi wanita yang bertipe tahan banting.

"Memang dari kecil aku sangat mandiri. Jauh dari mama bukannya gampang tapi dari dulu apa-apa sendiri. Memang kita harus bertahan. Namanya kita menjalani banyak kegagalan dan kesuksesan. Kita harus punya 'kulit', yang tebel banget untuk bisa lalui semuanya," tandasnya.

Karier bermusik Millane dimulai saat dirinya tinggal di Jerman. Kini, ia mencoba untuk memulai berkarier di Indonesia. Se­muanya pun tak dijalankannya dengan mu­dah. Meski punya modal besar saat berkarier di Jerman, tapi kenyataannya Millane masih tetap harus melewati beberapa fase.

"Semuanya dari awal. Aku pindah ke Indonesia benar yang ribet," ucapnya.

"Awal aku nyanyi naik ojek, nggak ada bensin. Nggak ada duit, bule bisa dibilang punya banyak hal tapi aku mulai dari awal," sambungnya.

Ia juga mengaku terinspirasi dengan per­jalanan karier Sandhy Sondoro yang juga bisa berjuang untuk bisa seperti saat ini.

Lantas kenapa hijrah ke Indonesia? Apa karena sudah tidak laku lagi di Jerman?

"Bukan berhenti berkarier, di Jerman aku masih ada show. Tapi aku merasa di Indonesia lebih mengapresiasi. Aku mau di Indonesia, gede di sini berkarier di sini," jawabnya.

Millane merasakan banyak perbedaan antara Indonesia dan Jerman. Termasuk soal penampilan live di sebuah acara TV atau pun panggung biasa. Percaya atau tidak, Millane justru melihat di Indonesia justru lebih fair. Karena, di Jerman justru lebih diutamakan lip sync dibanding tampil live.

"Di sisi musik, di sini pasti mereka minta live. Di Jerman playback. Cuma lip sync aja, namanya musisi kan aku capek," terangnya. ***

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya