Berita

Hukum

Kasus Gatot, Jaksa Gali Keterangan 12 Saksi

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 20:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kasus dugaan korupsi penyaluran dana hibah dan bantuan sosial di Pemprov Sumatera Utara terus didalami kejaksaan. Hari ini, tim penyidik memeriksa 12 orang saksi.

"Tujuh saksi diperiksa di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara," terang Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Amir Yanto, dalam pesan elektroniknya kepada redaksi, Selasa (10/11).
 
Pemeriksaan dilakukan tim penyidik berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor: Print-374/F.2/Fd.1/11/2015, tanggal 4 Nopember 2015. Dalam surat tugas disebutkan pemeriksaan penyidik di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sumut dilakukan dari tanggal 9 hingga 14 Nopember 2015.


Ketujuh orang yang dimintai keterangan Ketua Tim Verifikasi Monitoring dan Evaluasi Dana Hibah APBD, Zulkarnain Rangkuti; Ketua Bidang Ormas/LSM Tim Verifikasi Monitoring dan Evaluasi A.F. Hutasuhut; Sekretaris Tim Verifikasi Monitoring dan Evaluasi, Malentina Ginting.

Empat orang lainnya merupakan anggota Bidang Ormas/LSM Tim Verifikasi Monitoring dan Evaluasi, yakni Benri Limbong, Sabda Lumbantoruan, Junaidi, dan Roslindawati.

Amir menjelaskan selain di Sumut, penyidik juga mengagendakan pemeriksaan terhadap lima orang saksi di Gedung Bundar. Para saksi yang diperiksa untuk tersangka Gatot Pudjo Nugroho dan Eddy Sofyan adalah Kepala Biro Hukum Provinsi Sumut Abdul Jalil, Sekretaris Bappeda Ismail Sinaga, Wakil Sekretaris Bappeda Tety, Kepala Biro Organisasi Perlin Nainggolan dan Kepala Biro Keuangan Setda Baharuddin Siagian.

Kelima saksi hadir memenuhi panggilan tim penyidik sekitar pukul 10.00 Wib. Pemeriksaan pada pokoknya mengenai kronologi dari proses dan mekanisme mulai perencanaan hingga penyusunan anggaran kebutuhan dana hibah dan bantuan sosial pada tahun anggaran 2012-2013.

"Para saksi masuk di dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Provinsi Sumut," demikian Amir.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya