Berita

ilustrasi/net

Nusantara

Aksi ATM Jokowi-JK Bentrok, Sejumlah Mahasiswa Terluka

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 17:18 WIB

Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Tarik Mandat (ATM) Jokowi-JK berakhir ricuh di DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (10/11). Massa dari kalangan mahasiswa yang mengenakan seragam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (HIMMAH) tersebut terlibat bentrok dengan petugas kepolisian yang mencoba membubarkan paksa aksi mereka saat berorasi di halaman DPRD Sumatera Utara.

Tidak jelas pemicunya, namun pihak kepolisian yang berjaga langsung memukuli para pengunjuk rasa dan memaksa mereka keluar dari halaman DPRD Sumut. Beberapa aktivis mahasiswa akhirnya terluka karena terkena pukulan rotan milik petugas kepolisian.

Dalam orasinya, para pengunjuk rasa ini menyebutkan pemerintahan Jokowi-JK telah gagal mewujudkan keinginan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Bahkan menurut mereka, Jokowi-JK merupakan pemimpin Neolib yang tertutupi dengan aksi blusukan. Oleh karena itu, mereka meminta agar segera dilakukan penataan ulang sistem ketatanegaraan sesuai Falsafah NKRI, perbaikan sistem ekonomi nasional, perbaikan sistem kesejahteraan sosial, penataan hukum yang adil dan berwibawa dan menghentikan setia intervensi asing.


"Kami meminta agar DPRD Sumut menyampaikan tuntutan ini kepada DPR RI dan MPR RI untuk segera mengagendakan rapat Istimewa serta melakukan sidang Paripurna guna menginterpelasi Jokowi-JK agar mundur dari jabatannya," kata Yakin Sitorus, salah seorang orator dalam orasinya.

Seperti diberitakan Medanbagus.com (Grup ), aksi unjuk rasa tersebut akhirnya bubar setelah para pengunjuk rasa dibubarkan paksa oleh puluhan petugas kepolisian yang berjaga di DPRD Sumatera Utara. Rencananya para pengunjuk rasa yang terluka akan membuat laporan polisi di Polresta Medan. [sam]

Populer

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

Ketika Kebenaran Nasib Buruh Migran Dianggap Ancaman

Sabtu, 20 Desember 2025 | 12:33

OTT KPK juga Tangkap Haji Kunang Ayah Bupati Bekasi

Jumat, 19 Desember 2025 | 03:10

Uang yang Diamankan dari Rumah Pribadi SF Hariyanto Diduga Hasil Pemerasan

Rabu, 17 Desember 2025 | 08:37

Kajari Bekasi Eddy Sumarman yang Dikaitkan OTT KPK Tak Punya Rumah dan Kendaraan

Sabtu, 20 Desember 2025 | 14:07

Kejagung Ancam Tak Perpanjang Tugas Jaksa di KPK

Sabtu, 20 Desember 2025 | 16:35

UPDATE

Kepala Daerah Dipilih DPRD Bikin Lemah Legitimasi Kepemimpinan

Jumat, 26 Desember 2025 | 01:59

Jalan Terjal Distribusi BBM

Jumat, 26 Desember 2025 | 01:39

Usulan Tanam Sawit Skala Besar di Papua Abaikan Hak Masyarakat Adat

Jumat, 26 Desember 2025 | 01:16

Peraih Adhyaksa Award 2025 Didapuk jadi Kajari Tanah Datar

Jumat, 26 Desember 2025 | 00:55

Pengesahan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim Sangat Mendesak

Jumat, 26 Desember 2025 | 00:36

Konser Jazz Natal Dibatalkan Gegara Pemasangan Nama Trump

Jumat, 26 Desember 2025 | 00:16

ALFI Sulselbar Protes Penerbitan KBLI 2025 yang Sulitkan Pengusaha JPT

Kamis, 25 Desember 2025 | 23:58

Pengendali Pertahanan Laut di Tarakan Kini Diemban Peraih Adhi Makayasa

Kamis, 25 Desember 2025 | 23:32

Teknologi Arsinum BRIN Bantu Kebutuhan Air Bersih Korban Bencana

Kamis, 25 Desember 2025 | 23:15

35 Kajari Dimutasi, 17 Kajari hanya Pindah Wilayah

Kamis, 25 Desember 2025 | 22:52

Selengkapnya