Hari ini, Selasa (10/11) bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan 10 November. Kemarin, mencuat wacana agar mantan penguasa Orde Baru Soeharto diberi gelar pahlawan nasional seperti diusulkan PKS.
Namun PKS, seperti yang disampaikan Hidayat Nurwahid membantah kalau partainya mengusulkan wacana itu.
Di luar dari bantahan PKS tersebut, lantas bagaimana sikap aktivis 1998, salah satu elemen gerakan mahasiswa yang ikut andil melengserkan Soeharto dari singgasana kekuasaan selama 32 tahun, menyikapi wacana itu?
Aktivis Forum Kota (Forkot), Adian Napitupulu misalnya secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya kalau Soeharto diberi gelar pahlawan nasional. Adian yang kini menjadi anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan beralasan kalau gelar pahlawan nasional tidak diberikan kepada sembarang orang.
"Saya jelas tidak setuju kalau Soeharto diberi gelar pahlawan nasional," kata Adian Napitupulu lewat Blackberry Message kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Selasa, 10/11).
Menurut Adian, terlalu banyak dosa masa lalu Soeharto, terutama kejahatan kemanusiaan yang sulit dilupakan oleh rakyat Indonesia. Untuk itu, pihaknya meminta kepada Dewan Gelar Pahlawan Nasional untuk tidak tergesa-gesa memberikan gelar itu kepada Soeharto.
Menurut dia, ‎perlu diteliti apa saja yang telah dilakukan Soeharto termasuk ada tidak kejahatan-kejahatan kemanusiaan, pelanggaran-pelanggaran HAM yang pernah dilakukan dalam periode masa lalu.
"Dewan Gelar Pahlawan Nasional untuk lebih teliti dalam pemberian gelar pahlawan nasional. Gelar itu diberikan kepada tokoh yang tidak memiliki kejahatan-kejahatan kemanusiaan di masa lalu," tegas Adian.
[dem]