Berita

ryamizard ryacudu/net

Politik

Pengadilan Rakyat'65 Digelar, Menhan Minta Jangan Lagi Ungkit Masa Lalu

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 12:51 WIB | LAPORAN:

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menanggapi sinis rencana digelar pengadilan rakyat kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) 1965 yang dijadwalkan besok (Rabu, 11/11) di Den Haag. Menhan mengatakan, mengungkit masa lalu hanya akan berujung saling menyalahkan.

"Lagian kasus 65 itu yang duluan siapa? Kita itu sudah salah menyalahkan. Kalau  dulu tidak ada pemberontakan, tidak ada masalah ini, masalah HAM," sindir Ryamizard yang ditemui usai mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (10/11).

Menurut Ryamizard justru kasus itu terjadi lantaran ada pemicunya. Ketika itu terjadi pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Belanda sendiri juga banyak melakukan pelanggaran HAM.


"Kan jelas begitu saja. Dulu Belanda banyak juga melaksanakan kegiatan yang melanggar HAM, kasus Westerling, dan lain-lain," ulas mantan kepala staf angkatan darat (KSAD) itu.

Hemat Ryamizard, tak usah mengungkit lagi tragedi berdarah yang dialami rakyat Indonesia. Peristiwa itu harus menjadi pelajaran kaum muda.

"Dulu kita dijajah, tapi tak usah lah lihat ke belakang lagi. Harus pikirkan ke depan gimana supaya bangsa tak dijajah lagi," pesan Ryamizard

Sekadar info, pengadilan rakyat peristiwa 1965 itu digagas oleh para aktivis HAM. Pengadilan rakyat itu digelar untuk membuktikan terjadinya pelanggaran HAM berat oleh negara.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya