Berita

Bisnis

Pajak Ekspor CPO Bikin Petani Sawit Menderita

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 11:11 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Joko Widodo telah memungut pajak ekspor sebesar 50 dolar AS per ton untuk CPO dan 30 dolar AS per ton untuk olein serta produk turunan sawit.

Skema ini akan berjalan ketika harga CPO global di bawah 750 dolar AS per ton. Namun, aturan ini dinilai sangat membebani karena memukul rata harga di level berapapun.

Anehnya lagi, menurut Ketua Umum Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia, MA. Muhammadyah, penentuan pajak ekspor sebesar 50 dolar AS per ton untuk CPO tidak melibatkan semua stakeholder perkebunan sawit. Ide pajak ekspor hanya dirembuk oleh dua grup besar kelapa sawit di Indonesia dengan Menko Perekonomian pada saat dijabat Sofyan Jalil.


"Sebagian besar perusahaan sawit tidak setuju usulan ini sebab kurang mempertimbangkan fluktuasi harga CPO yang terjadi," tegas Muhammadiyah melalui siaran pers.

Konsep ini dinilai lebih memberatkan dari skema pajak ekspor sebelumnya. Sebagai ilustrasi, pada 18 Maret 2015 lalu, harga CPO global di level 650 dolar AS per ton. Artinya, ketika aturan ini berlaku maka pelaku usaha menerima harga 600 dolar AS per ton setelah dipotong pungutan ekspor 50 dolar AS per ton. Itupun belum termasuk biaya pengiriman dan demurrage cost yang ditanggung eksportir.

Ini berarti, harga CPO makin terpangkas sehingga berdampak kepada daya saing ekspor CPO Indonesia.

"Yang menjadi pertanyaan, seberapa besar dampak mekanisme pajak ekspor kepada harga beli TBS petani?," tanyanya.

Pasalnya, CPO yang diolah pabrik selama ini dominan hasil panen petani, dari 10 juta hektare lahan sawit sekitar 40 persen milik petani. Pemerintah seharusnya memperbaiki skema bea keluar CPO yang sebelumnya.

"Bukannya membuat aturan baru yang membebani pelaku industri dan petani," kritiknya.

Petani sawit memang benar-benar dibuat menderita. Apapun bentuk penerapan pajak tentang sawit atau CPO oleh pemerintah maupun negara pengimpor, menurutnya, pasti imbasnya kepada petani.

Ia menegaskan, pungutan  pajak ekspor sebesar 50 dolar AS per ton merupakan kebijakan yang kontraproduktif, bukan saja akan menekan daya saing produk CPO Indonesia di pasar internasional, tetapi juga menganggu tatanan industri CPO dalam negeri. Kebijakan ini akan menghilangkan kesempatan kerja, dan penerimaan devisa dan juga menurunkan produktifitas petani. Selain itu berdampak juga pada pendapatan per kapita penduduk Indonesia turun, terutama para petani kelapa sawit yang jumlahnya hampir 5 juta petani.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya