Berita

ilustrasi/net

Gaji Dan Pendapatan Kepala Daerah Itu Sebenarnya Sudah Besar

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 05:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Persoalan gaji pejabat negara ini perlu segera dibenahi oleh pemerintah. Untuk membenanihnya, perlu dibuat suatu sistem penggajian yang lebih proporsional dan adil.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia, Said Salahuddin,  kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (Senin, 9/11).

"Kalau ditemukan gaji pejabat yang terlalu besar, maka konsekuensi tentu harus diturunkan. Sebaliknya, kalau ditemukan gaji pejabat yang dinilai terlalu kecil, ya sedang barang tentu perlu disesuaikan," kata Said.


Untuk kepala daerah, Said menegaskan bahwa hal itu tidak boleh hanya dilihat dari besaran gaji saja. Sebab pendapatan kepala daerah itu tidak hanya dari gaji. Selain gaji pokok, kepala daerah juga menerima berbagai tunjangan dan insentif.

"Kalau gaji dan penerimaan lainnya dijumlahkan, maka pendapatan kepala daerah sebetulnya juga sangat besar. Seperti Ahok itu, misalnya, dia bisa kantongi uang rakyat sampai dengan jumlah miliaran rupiah," demikian Said. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya