Berita

Politik

Skandal Diplomasi, Klarifikasi Menlu Retno Dinilai Cuma Basa-Basi

SENIN, 09 NOVEMBER 2015 | 19:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah memberikan klarifikasi terkait pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Barack Obama. Namun, klarifikasi Menteri Retno dinilai tidak menjawab kabar pertemuan tersebut diatur konsultan Singapura, Derwin Pereira.

"Menlu Retno Marsudi harus mempertajam klarifikasinya karena klarifikasi yang kemarin terkesan hanya basa-basi. Harusnya, Menlu Retno menunjukkan fotokopi surat undangan Presiden Obama," ujar Sekjen Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Senin, 9/11).

Menuru Sya'roni, hal itu penting dilakukan Menteri Retno karena Michael Buehler menunjukkan dokumen perjanjian antara Pereira International PTE dengan R&R Patners Inc sebagai dalil informasinya. Buehler mengatakan dokumen diperoleh dirinya dari Departemen Kehakiman AS.


Bahkan, dalam wawancaranya dengan BBC Indonesia, Buehler menegaskan bahwa semua dokumen yang dimilikinya valid.

"Kalau sekedar basa-basi tentu publik akan lebih mempercayai artikel yang ditulis oleh Buhleur. Karena derajat keterpercayaan seorang akademisi masih lebih tinggi dari birokrasi," kata Sya'roni.

"Apalagi Michael Buehler adalah seorang pengajar Ilmu Politik Asia Tenggara di University of London. Jadi sulit sekali menuduhnya memiliki kepentingan tertentu dengan mengangkat artikel "Waiting in the White House Lobby". Apalagi artikel yang dibuat sesuai dengan bidangnya," sambung Sya'roni.

Selain itu, katanya, Menlu Retno juga harus menjelaskan mengenai keberhasilan ditandatanganinya 18 perjanjian dengan nilai 20 miliar dolar AS hasil pertemuan tersebut. Angka tersebut sungguh sangat fantastis yang jika dirupiahkan senilai dengan Rp 260 triliun.

"Angka sebesar itu tidak mungkin disepakati secara mendadak hanya dari surat-menyurat atau pertemuan Menlu Retno dengan Menlu AS John Kerry. Menlu Retno harus membeberkan investasi apa saja yang disetujui beserta nilainya. Kalau hanya disebut secara global 20 miliar dolar AS saja, publik akan bertanya-tanya tentang kebenarannya," kata Sya'roni.

Dia membandingkan, secara sederhana proyek Jembatan Suramadu hanya butuh Rp 4,5 triliun dan proyek Bandara Kuala Namu cuma menghabiskan Rp 5,8 triliun.

"Kalau tidak ada penjelasan Rp 260 triliun itu untuk apa, dikhawatirkan publik akan membuat imajinasi sendiri," tukas Sya'roni.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya