Berita

Bisnis

Bappebti Latih 35 Penyidik Kejahatan Perdagangan Berjangka

SENIN, 09 NOVEMBER 2015 | 12:55 WIB | LAPORAN:

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, Sutriono Edi, menegaskan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) harus bertindak tegas namun tetap hati-hati. Sutriono Edi menyampaikan hal ini saat membuka Penyegaran PPNS-Bappebti di Auditorium Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), Jakarta, Senin (9/11).

"Saudara harus bangga terpilih menjadi PPNS, karena Anda orang-orang terpilih dari sekitar tiga ribuan pegawai di lingkungan Kementerian Perdagangan dan Dinas Perindag di seluruh Indonesia. Karena tidak semua orang bisa mendapatkan brevet penyidik," kata  Sutriono Edi di hadapan 35 orang PPNS dari Bappebti dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan berbagai daerah.

Lebih lanjut Sutriono Edi menjelaskan PPNS menghadapi tantangan besar menjalankan tugasnya mengingat perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Jangan sampai PPNS kalah canggih dan ketinggalan dari para pelaku kejahatan di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi dan juga Sistem Resi Gudang.


"Kemampuan penyidik harus terus ditingkatkan, begitu juga dengan peraturannya. PPNS harus bisa berfungsi melakukan pencegahan dan penindakan. Tapi juga harus disertai dengan kehati-hatian, jangan sampai  dituntut balik  pelaku kejahatan," imbuhnya.

Sutriono Edi mengutarakan, kehadiraan PPNS saat ini dan ke depan sangat penting sebagai bagian menghadirkan pemerintah di tengah masyarakat menangani berbagai penyimpangan dan kejahatan di bidang perdagangan berjangka maupun Sistem Resi Gudang (SRG).

Kepada para peserta pelatihaan Sutriono Edi menegaskan Penyidik Pegawai Negeri Sipil atau  PPNS harus bekerja sesuai prosedur dan  tidak boleh menerima sesuatu dari stake holder karena bisa mempengaruhi penyidikan dilakukan. Sementara hasil pemeriksaan juga tidak boleh dibuka sembarangan.

"Melalui pelatihan ini kita mencari masukan perbaikan kinerja PPNS. Dan jika diperlukan kita juga akan melakukan kerjasama dengan cyber crime kepolisian," pungkasnya.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya