Berita

Bisnis

Fania Muthia, Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Anak Dengan Harpa

MINGGU, 08 NOVEMBER 2015 | 15:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Alunan lagu "Tanah Air" mengalir indah dari dua alat musik; Harpa dan Cello. Audiens seakan dibawa ke alam yang begitu damai dan penuh cinta. Ruangan pun hening, khidmat mengikuti alunan musik.
 
Adalah dua murid Binus School yang memainkan alat musik tersebut, Fania Muthia dan Elifia Muthia. Kedua alat musik terlihat begitu besar dibandingkan pemainnya. Fania kelas 10 (kelas 1 SMA) dan Elifia kelas 8 (kelas 2 SMP). Fania memetik Harpa, Elifia menggosok Cello.
 
Alunan musik tersebut merupakan pembuka acara Seminar Child Domestic Abuse (Kekerasan Anak dalam Rumah Tangga) dan Harp Healing Performance di Suhanna Hall, The Energy Building, SCBD Sudirman, Minggu (8/11).


Seminar merupakan bagian dari Personal Project Fania Muthia. Pembicara yang hadir Prof. Muladi, SH (Guru Besar Hukum Pidana dan Praktisi Hukum), Prof. Seto Mulyadi (Ketua Umum Komnas Anak), Susanto (Wakil Ketua KPAI), Kompol Mumuh Saepulloh, SH (Kanit PPA Polda Metro Jaya) dan  Heidy Awuy (Harpist Indonesia). Semua pembicara adalah narasumber Fania dalam Project Personalnya.
 
Dijelaskan Fania, dia sangat prihatin banyak kasus kekerasan terhadap anak membuat dia prihatin. Sebagai anak yang masih berumur 15 tahun, dia merasa tidak bisa berbuat apa-apa.

"Saya masih anak-anak, masih 15 tahun. Melihat anak-anak yang meninggal karena kekerasan, atau menjadi korban kekerasan, kasihan banget. Tapi saya tidak bisa ngapain-ngapain," ujarnya.
 
Karena itu, dia ingin berbuat sesuatu yang baru untuk Indonesia, khususnya terhadap anak yang menjadi korban kekerasan. Dan dengan musik Harpa yang diciptakannya, dia berharap bisa membantu anak-anak di Indonesia bebas dari tindak kekerasan.

"Saya memillih musik Harpa untuk campaign (anti kekerasan terhadap anak) sekaligus healing," ujarnya,
 
Ada dua hal yang dilakukannya untuk tujuan tersebut: pertama melakukan penelitian atas kekerasan terhadap anak baik di rumah maupun di lingkungan/sekolah. Kedua, menghadirkan musik (dari alat music Harpa) yang berperan sebagai healing (meredam kekerasan) dalam rumah tangga.
 
Dalam penelitiannya, Fania menemukan 13 ribu lebih kasus kekerasan terhadap anak. Sementara data dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,  ada 15.648 kasus kekerasan sejak tahun 2010. Ini sungguh menyakitkan bagi anak,” ujar Fania.
 
Di bawah bimbingan Harpist Indonesia terkenal, Heidy Awuy, Fania mengeluarkan satu CD berisi lima lagu. Tiga lagu adalah ciptaan Fania sendiri, dan dua lagu hasil gubahan atas lagu yang familiar di telinga masyarakat Indonesia. Setiap peserta seminar mendapatkan CD secara cuma-cuma.
 
Dijelaskan Fania, musik menghadirkan perasaan lebih tenang dan rilek bagi pendengarnya. Musik yang indah dan anggun membantu meredam emosi tinggi dan rasa marah, yang merupakan salah satu sebab bagi kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga.
 
Fania memainkan lima musik gubahannya di acara Seminar. Dua lagu berduet dengan adiknya Elifia, dua lagu secara solo, dan satu lagu berduet dengan sang mentor, Heidy Awuy. Good Job Fania![dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya