Berita

andi arief/net

Politik

SKANDAL DIPLOMASI

Andi Arief Sarankan Pemerintah Tuntut Pareira

MINGGU, 08 NOVEMBER 2015 | 13:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kabar pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Barack Obama diatur Pereira International PTE LTD tidak cukup hanya dibantah dengan pernyataan pers.

Pemerintah, utamanya Kementerian Luar Negeri, perlu menuntut perusahaan konsultan Singapura itu.

"Kalau Pareira tidak benar, tuntut. Minimal kasih somasi segera," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Andi Arief dalam akun twitternya, @Andi_Arief.


Mantan Staf Khusus Presiden era SBY ini mengatakan, tudingan Pereira membayar 80 ribu dolar AS kepada perusahaan PR di Los Angeles R&R Partners, Inc bukan tudingan sepele. Pemerintah harus bersikap tegas. (Baca: Jokowi Harus Pecat Menlu Retno).

"Ini bukan soal Pribadi Jokowi dengan makelar dan Obama. Ini soal harga diri bangsa," kata Andi.

"Soal makelar ini skandal diplomasi bukan skandal jepit, harus diklarifikasi sesegera mungkin. Pemerintah tidak mengakui, tapi Pareira ngaku," sambung Andi.

Jika pengakuan Pareira benar, kata Andi, maka siapa siluman diplomasinya harus dibuktikan.

"Jangan menjadi rumor," ujarnya.

Di lain pihak Andi yakin bocoran informasi jika pertemuan Jokowi dan Obama diatur peloobi oleh akademisi Australia Nasional University (ANU) Dr. Michael Buehler benar adanya.

"Saya belajar ilmu politik di UGM, saya mengerti kredibilitas Michael Buehler. Dia termasuk yang bisa dipercaya," demikian Andi Arif.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya