Berita

darmin nasution/net

Bisnis

Darmin: Perlu Sumber Dana Alternatif Untuk Wujudkan Target Ekonomi 7 Persen

SABTU, 07 NOVEMBER 2015 | 08:27 WIB | LAPORAN:

RMOL.  Indonesia memiliki potensi yang tak terhingga jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN, dan masa depan ekonomi Indonesia akan tetap sekuat sebelumnya jika rencana pengembangn infrastruktur dapat terlaksana dengan baik.

Kesimpulan ini muncul sebagai hasil diskusi seluruh pemangku kepentingan pada penutupan  Indonesia Infrastructure Week, salah satu forum bisnis dan eksibisi paling strategis di Indonesia.

"Kami berupaya untuk mewujudkan potensi nasional dan tidak berhenti apapun hambatan yang menghadang. Saya yakin, jika kita semua bekerjasama, kita akan dapat mencapai tujuan akhir kita dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," ucap Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, pada sambutannya saat menutup Indonesia Infrastructure Week di Jakarta Convention Center, kemarin sore (Jumat, 6/11).


"Saat ini kita menghadapi beberapa tantangan, antara lain terbatasnya infrastruktur, presentase biaya yang masih tinggi untuk logistik dan pengangkutan barang dan jasa," tambahnya.

Sebagai akibat dari kondisi infrastruktur yang kurang ideal, waktu tempuh rata-rata di koridor utama Indonesia mencapai 2,6 jam per 100 km. Bandingkan dengan Thailand dan Malaysia, waktu tempuhnya bisa dua kali lipat lebih lama. Tidak hanya itu, rasio distribusi listrik mencapai 84,1 persen, menurut Darmin, jauh tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Thailand, Filipina dan Vietnam dengan rasio 100 persen.

"Meskipun demikian, kami tetap berkomitmen untuk mendukung investor dalam mengatasi masalah ini melalui enam paket kebijakan ekonomi yang baru dikeluarkan, lengkap dengan skema kemitraan antara pemerintah dan swasta, dan skema pendanaan yang inovatif," ujarnya.

Darmin menekankan bahwa untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar tujuh persen, Indonesia perlu memobilisasi sumber pendanaan alternatif  untuk proyek-proyek infrastrukturnya. Hal ini merupakan sesuatu yang dapat dicapai melalui kemitraan antara pemerintah dan swasta, termasuk kekurangan dana, kesiapan pembayaran dan pinjaman langsung, serta skema berbasis pencapaian tahunan.

IIW’ 15 telah berhasil menarik lebih dari 12 ribu pengunjung dan lebih dari 200 eksibitor pada event yang berlangsung selama tiga hari ini. IIW’15 juga berhasil untuk menyatukan seluruh pemangku kepentingan tidak hanya untuk mengatasi isu tetapi juga menggarisbawahi area yang mampu ditingkatkan. Tahun depan, diproyeksikan IIW akan melayani lebih banyak investor, perwakilan pemerintah dan semua profesional yang berhubungan dengan infrastruktur.[wid] 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya