Berita

joko widodo/net

Politik

Jokowi Jangan Seperti Kacang Lupa Kulit

JUMAT, 06 NOVEMBER 2015 | 14:48 WIB | LAPORAN:

Kritik kepada para pejabat atau kekuasaan justru menghidupkan demokrasi. Para pejabat atau penguasa yang tidak mau dikritik, maka disarankan untuk mundur dari jabatannya karena kritik seperti itu adalah resiko yang harus diemban oleh para pejabat.

Demikian Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyagan, Bandung, Jawa Barat, Asep Warlan Yusuf, Jumat (6/11) menyikapi Surat Edaran /06/X/2015 Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti mengenai Penanganan Ujaran Kebencian atau hate speech yang bertujuan membungkam masyarakat dan menghalangi kebebasan berbicara dan berekspresi yang pernah diterapkan ketika Orde Baru berkuasa.

"Kritik ataupun berbagai bentuk ekspresi lainnya yang dilontarkan masyarakat kepada para pejabat atau kekuasaan adalah bentuk dari ekspresi ketidakpuasan. Ini kan biasa saja," ujar Asep.


Penguasa menurutnya juga tidak perlu takut dikritik karena menjadi penguasa juga amanah. Namun kalau menjadi penguasa tak menjalankan amanat tentunya harus dikritik.

"Saya membaca ada office boy di Probolinggo yang kena pasal karena membuat memei yang dianggap menghina polisi. Meme seperti itu kan tidak akan muncul kalau masyarakat puas akan kinerja polisi," tegasnya.

Dia pun mengingatkan  Kapolri Jendral (Pol) Badrodin HaitI bahwa pasal penghinaan yang dulu diatur dalam pasal 95 KUHP telah dihapus oleh MK.

"Dulu ada pasal hatzai artikelen atau perbuatan tidak menyenangkan. Itu sudah  dicabut oleh MK.Kalau  pasal ini coba  dihidupkan kembali lewat SE Kapolri maka ini ancaman bagi orang yang kritis," ujarnya.

Dia pun mengingatkan Presiden Jokowi untuk menjaga kebebasan berekspresi masyarakat. Apalagi dulu ujar Asep, Jokowi naik daun juga karena peran sosial media.

"Kenapa sekarang menjadi takut dan khawatir dengan berbagai kritik yang muncul di sosial media?," tandasnya.[wid]
 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya