Berita

irmadi lubis/net

PDIP: Hampir Semua Perusahaan Besar dan BUMN Langgar Tap MPR!

JUMAT, 06 NOVEMBER 2015 | 09:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hampir semua semua perusahaan besar dan BUMN di Indonesia terindikasi melanggar Ketetapan (Tap) MPR RI Nomor XVI/MPR/1998 tentang Politik Ekonomi Dalam Rangka Demokrasi Ekonomi.

Misalnya disebutkan dalam Pasal 6, usaha besar dan BUMN mempunyai hak untuk berusaha dan mengelola sumber daya alam dengan cara yang sehat dan bermitra dengan pengusaha kecil, menengah dan koperasi.

"Pasal tersebut jelas-jelas mengisyaratkan bahwa setiap usaha besar dan BUMN dalam mengelola sumber daya alam harus bermitra dengan UMKM. Tapi dalam prakteknya, usaha besar dan BUMN cenderung memonopoli seluruh pekerjaannya," kata anggota Komisi VI DPR RI, Irmadi Lubis, sebagaimana dilansir JPNN (Jumat, 6/11).


Fakta ini, lanjut Irmadi Lubis, mestinya menjadi perhatian Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, terlebih di saat akan memasuki era masyarakat ekonomi Asean (MEA). Ketua MPR RI mestinya mengawasi efektifitas Tap MPR tentang demokrasi ini.

"Kalau perlu langsung awasi perusahaan-perusahaan besar yang memonopoli semua proses produksi. Beri tahu DPR dan Pemerintah bahwa ada perusahaan besar yang melanggar Tap MPR yang kedudukannya lebih tinggi dari undang-undang," pintanya.

Dia mencontohkan bagaimana sebuah proses produksi otomotif di Jepang yang lebih banyak memberi porsi pekerjaan kepada UMKM. Di Jepang, kata dia, umumnya industri besar otomotif hanya memproduksi mesin dan body kendaraan. Di luar itu diserahkan kepada UMKM.

"Kalau di Indonesia, keseluruhan produksi komponen kendaraan dia produksi sendiri tanpa melibatkan UMKM. Ini jelas-jelas melanggar Tap MPR RI," demikian Irwadi Lubis. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya