Berita

ilustrasi/net

Tim Baguna PDIP Layani 10.000 Pasien Korban Asap, Termasuk Suku Anak Dalam

KAMIS, 05 NOVEMBER 2015 | 13:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan yang  dilepas ke lokasi bencana asap Sumatera Selatan dan Jambi pada tanggal 11 Oktober 2015 lalu telah terjun ke sejumlah daerah rawan kabut asap. Di sana, mereka melakukan kegiatan pelayanan kesehatan dan pembagian masker.
 
"Pelayanan kesehatan dilakukan di 13 desa di beberapa kabupaten di  Sumatera Selatan dan Jambi dengan jumlah pasien lebih dari 10.000 orang," kata Koordinator Baguna DPP PDI Perjuangan, Alvian Feoh, dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 5/11/2015).
 
Baguna PDIP melakukan koordinasi dengan BNPB, Damkar dan DPC PDIP untuk menentukan titik-titik yang akan dituju. Dari 10.000 orang yang mendapatkan pelayanan kesehatan itu, 100 orang diantaranya adalah masyarakat Suku Anak Dalam di Sorolangun, Jambi.
 

 
"Penyakit yang paling banyak dialami masyarakat ISPA dan penyakit kulit sebagai dampak kekurangan air bersih," ujarnya.
 
Sementara untuk pembagian masker, selama turun ke lokasi rawan asap Baguna PDI Perjuangan yang berjumlah 100 orang telah membagikan sedikitnya 100.000 masker di Sumatera Selatan dan Jambi. Selain itu, Tim Baguna PDI Perjuangan juga membantu Ibu Wija, warga Dusun Jati Mulyo, Kecamatan Geragi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Korban yang juga dari keluarga tidak mampu tersebut tidak bisa meneruskan pengobatan sehingga diberikan rujukan dari Tim Baguna PDIP untuk berobat ke RS Daerah Jambi.
 
"Ibu Wija sudah setahun menderita penyakit kanker usus, dengan rekomendasi PDI Perjuangan maka Ibu Wija akhirnya dapat dirawat di RSUD Jambi," jelasnya.
 
Baguna PDI Perjuangan, lanjut dia, bersama petugas pemadam kebakaran Kabupaten Sorolangun juga bersama-sama memadamkan titik  api yang sedang terbakar di wilayah Kabupaten Sorolangun, Jambi.  Alvian menambahkanpelatihan yang diberikan Basarnas kepada tim Baguna bulan lalu sangat bermanfaat saat menghadapi situasi riil di lapangan.
 
"Saat itu Baguna dilatih antara lain bagaimana berkoordinasi dengan instansi terkait di wilayah bencana, bagaimana manajemen pelayanan di wilayah bencana, dan pelatihan survival," demikian Alvian. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya