Berita

tifatul sembiring/net

Semoga Politisi PKS Semakin Cerdas Memahami Kegaduhan dan Perseteruan Politik

KAMIS, 05 NOVEMBER 2015 | 12:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam sejarah politik nasional, apa yang dilakukan Menteri Koordiantor Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli sebenarnya bukan hal baru. Jusuf Kalla, saat jadi wapres-nya Yudhoyono (2004-2009), dalam skandal rekayasa bailout Bank Century, bahkan menggunakan bahasa vulgar dan sangar dalam menjelaskan kepada publik atas kebobrokan pemerintahan saat itu: Perampokan!

Demikian disampaikan Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Kamis, 5/11).

Pernyataan Adhie ini terkait dengan perkataan miring Tifatul Sembiring terhadap kabinet Jokowi yang dinilai tidak solid dan gaduh sejak masuknya tokoh pergerakan Rizal Ramli. Padahal juga, apa yang dilakukan tidak bisa dikategorikan sebagai "kegaduhan", apalagi pertikaian politik dengan Wapres Jusuf Kalla, sebagaimana ditafsirkan bekas Menkominfo kabinet SB Yudhoyono itu.
 

 
Adhie kembali mengingatkan bahwa skandal Century yang merugikan keuangan negara lebih dari Rp 6,7 triliun, yang disebut Jusuf Kalla sebagai perampokan, sebagaimana juga diungkap Pansus Centurygate DPR, dilakukan oleh, antara lain Gubernur BI saat itu Boediono, Menteri Keuangan kala itu Sri Mulyani, dan beberapa pejabat negara lainnya yang notabene bawahan Pak JK.

"Mereka bisa menjalankan 'perampokan' dengan leluasa berkat Perppu No 4 Tahun 2008 yang dikeluarkan Yudhoyono, yang notabene adalah atasan Pak JK sendiri," jelas Adhie,
 
Sayangnya, lanjut Adhie, meskipun saat itu posisinya sebagai Wapres, karena kurang sungguh-sungguh, JK gagal mencegah kerugian keuangan negara di Bank Century. Sehingga pernyataannya kepada publik pada Senin, 31 Agustus 2009, tentang adanya "perampokan" dan "kriminal" dalam bailout Bank Century, hanya jadi sensasi belaka. Karena skandal Century itu faktanya berjalan sangat mulus, dan kini sembunyi dalam kegelapan ingatan rakyat.
 
"Saya berharap ke depan Tifatul Sembiring dan para politisi PKS lainnya bisa lebih cerdas dalam memahami mana kegaduhan, mana perseteruan politik, dan mana pula langkah preventif penyelamatan aset atau kekayaan negara," demikian Adhie. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya