Berita

YUSRIL IHZA/NET

PENGELOLAAN SAMPAH JAKARTA

Yusril Ihza: Pemda DKI yang Wanprestasi!

KAMIS, 05 NOVEMBER 2015 | 08:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam Perjanjian antara Pemda DKI dengan JO PT Godang Tua dan PT Navigat, tugas mengangkut sampah sampai Bantar Gebang menjadi tanggungjawab Pemda DKI. Di Bantar Gebang, Pemda DKI punya lahan 108 ha sebagai stock pile untuk menampung sampah yang pengangkutannya menjadi tanggung jawan Pemda DKI.

Sampah yang telah ditumpuk di stock pile diangkut oleh Godang Tua dan Navigat ke fasilitas pengolahan untuk dijadikan kompos dan energi listrik. Fasilitas instalasi pengolahan sampah dan lahannya seluruhnya milik Godang Tua dan Navigat. Pemda DKI hanya punya lahan untuk stock pile.

Demikian disampaikan Kuasa Hukum PT. Godang Tua Jaya dan PT. Navigat Organic Energi Indonesia, Yusril Ihza Mahendra. Yusril melanjutkan bahwa untuk menatasi keamanan dan kelancaran pengangkutan sampah dari DKI ke Bantargebang, maka Pemda DKI membuat MOU dengan Pemkot Bekasi. Dua minggu terakhir ini keamanan dan kelancaran pengangkutan mengalami hambatan karena protes sebagian warga Bekasi yang dilewati angkutan sampah.


Protes atas truk sampah DKI juga terjadi di Cileungsi karena tumpahan dan polusi sampah yang tercecer dari truk menimbulkan gangguan. Pemda DKI tdk mempunyai MOU dengan Pemkab Bogor tentang route pengangkutan sampah yang dilewati, seperti MOU dengan Pemkot Bekasi.

"Jadi masalah mulai menumpuknya sampah di DKI semata-mata adalah masalah pengangkutan ke Bantargebang yang menjadi tanggungjawab Pemda DKI. Dalam hal pengangkutan sampah sampai ke stock pile di Bantargebang bukanlah tanggungjawab PT Godang Tua dan PT Navigat. Karena itu ketika sampah menumpuk di DKI karena gagal mengangkut ke Bantargebang, yang wanprestasi adalah Pemda DKI bukan Godang Tua Navigat," kata Yusril dalam akun twitternya @Yusrilihza_Mhd, pagi ini (Kamis, 5/11).

Menurut Yusril, berapapun sampah yang diantar  ke stock pile di Bantargebang, walau jumlahnya melebihi perjanjian, siap diolah Godan Tua dan Navigat. Dan saat ini, Bantargebang menjadi satu-satunya tempat pembuangan dan pengolahan sampah dari DKI setelah DKI gagal laksanakan masterplan olah sampah. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya