Berita

presiden joko widodo/net

SE HATE SPEECH

Andi Arief: Kita Hormati Hak Presiden Jokowi Gunakan Delik Aduan

KAMIS, 05 NOVEMBER 2015 | 06:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Staf Khusus Presiden di era Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Arief, sempat mengeluarkan pernyataan keras menyusul penerbitan Surat Edaran Kapolri mengenai ujaran kebencian.

Namun belakangan, Andi Arief dapat menerima penjelasan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengenai SE yang menuai kontroversi itu.

"Kapolri sudah memberi penjelasan bahwa Surat Edaran dijamin tidak untuk membungkam kritik. Ini menggembirakan," tulis Andi Arief di halaman Facebook miliknya.


"Pak Presiden Jokowi pernah berjanji tidak akan membungkam (kebebasan dengan) menggunakan aturan atau menghidupkan pasal karet, itu pegangan kita. Mudah-mudahan kritik rakyat tetap bebas dan didengar," sambungnya.

Di sisi lain, Andi Arief mengatakan bahwa presiden sekalipun punya hak pribadi yang harus dilindungi sebagaimana hak pribadi warganegara lainnya. Karena itu, Presiden Jokowi pun bisa menggunakan hak itu bila merasa nama baiknya dicemarkan.

"Kita juga menghormati hak Presiden Jokowi sebagai pribadi untuk menggunakan delik aduan jika merasa dicemarkan dan sejenisnya. Itu hak, presiden manusia biasa yang punya hak yang sama dalam sistem hukum," demikian Andi Arief. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya