Berita

Bisnis

Jokowi Minta PLN Tidak Hanya Beri Diskon Listrik ke Pengusaha

RABU, 04 NOVEMBER 2015 | 18:31 WIB | LAPORAN:

Presiden Jokowi tak mau kebijakan diskon listrik yang disediakan pemerintah hanya menguntungkan pengusaha besar. Karena itu Jokowi meminta PLN dan Kementerian ESDM untuk tidak pilih kasih. Selain memberi diskon untuk pengusaha, PLN juga harus memberikan yang sama ke masyarakat kecil.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas mengenai tarif dasar listrik di Istana Kepresidenan, Rabu (4/11). ‎Rapat ini membahas mengenai rencana pemerintah mengurangi subsidi listrik sebesar Rp 23,1 triliun pada 2016 nanti. Dengan pengurangan itu, diperkirakan sekitar 23,3 juta pelanggan dengan golongan 450 volt ampere (VA) dan 900 VA tak akan dapat lagi subdisi.

Sebel‎um pencabutan subsidi itu, Jokowi meminta PLN dan kementerian ESDM melakukan rekonsiliasi data untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA. Jangan sampai keluarga miskin dan rentan miskin juga subsidinya kena cabut. "‎Langkah rekonsilisasi data ini penting agar kebijakan subsidi listrik benar-benar tepat sasaran," ucap Jokowi saat memberikan arahan.


Kepala Negara juga meminta agar ada pilihan-pilihan dalam pencabutan subsidi itu. Tidak terpaku pada sistem "paksa" menaikkan daya. Tujuannya, agar subdisi bisa dikurangi dan rakyat kecil tidak terbebani. "Saya juga minta Menteri ESDM dan PLN mengkalkulasi pilihan pengalihan subsidi ini agar subsidi ini bisa kita kurangi sebesar-besarnya," imbuhnya.

‎Jokowi juga meminta PLN dan ESDM memikirkan cara agar pengusaha kecil juga bisa memperoleh diskon listrik seperti yang disediakan dalam paket kebijakan ekonomi III. Jokowi tidak mau timbul kesan di masyarakat bahwa pemerintah hanya mementingkan pengusaha besar.

"Saya ingin mengingatkan, dalam paket deregulasi lalu industri diberikan diskon untuk industri yang beroperasi malam hari 30 persen. Yang ini hati-hati, tolong dilihat di lapangan! Karena data yang saya punya banyak usaha mikro yang masuk dalam lingkup ini. Yang ada di desa, yang punya jahitan, ini memerlukan subsidi. Jangan sampai timbul anggapan kita memberikan bantuan insentif pada usaha besar dengan diskon di malam hari dan justru kita mencabut subsidi untuk UMKM yang ada di kampung dan desa," jelasnya.

Jokowi mewan-wanti agar hal itu tidak sampai‎ terlewatkan oleh PLN dan ESDM.

"Langkah dan kalkulasi seperti itu perlu betul-betul kita hitung. Jangan sampai nantinya yang berkaitan dgn TDL ini menjadi masalah di masyarakat," tandasnya.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya