Berita

Politik

Pansus Karhatula Rapat Perdana Bahas Asap

JUMAT, 30 OKTOBER 2015 | 20:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Panitia Khusus Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Pansus Karhutla) bekerja cepat. Sehari dibentuk, Pansus menggelar rapat perdana dengan agenda mengumpulkan data dan menggali informasi terkait kasus kondisi hutan dan lahan gambut yang ada di Indonesia.

Pansus mengundang Lektor Kepala Institut Pertanian Bogor, Lailan Syaufina untuk memaparkan kondisi hutan di Indonesia dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menghentikan kabut asap di sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Lailan menyampaikan bahwa Indonesia memiliki luas lahan gambut terbesar ke 4 di dunia dan 60 persennya saat ini dalam kondisi terbakar.


"Kondisi ini sangat memprihatinkan dan faktor pemantik utamanya adalah manusia, diperparah dengan kondisi kemarau panjang," ujarnya.

Ketua Pansus, Parlindungan Purba mengatakan ada sejumlah hasil akhir yang diinginkan oleh DPD RI dari pemmbentukan pansus Karhutla, antara lain melakukan kajian atas faktor-faktor yang menjadi penyebab dan penyulut kebakaran maupun pembakaran di hutan.

"Untuk itu, bagian dari pada menjalankan tugas, kami awali dengan mengundang pakar lingkungan dari IPB, guna mengetahui seberapa parah kondisi hutan dan lahan gambut saat ini serta langkah apa yang harus dilakukan," ujar Parlindungan Purba dalam rapat kerja di Komplek Parlemen, Senayan, Jumat 30/10/2015.

Senator asal Sumatera Utara ini mengatakan, Pansus juga akan melihat sejauhmana efektifitas langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah serta kendala yang dihadapinya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Pansus, Wa Ode Hamsinah menilai Pansus menilai perlu untuk melihat keterlibatan perusahaan-perusahaan dalam meminimalisir perambatan bahaya kebakarang hutan. Selain itu, Ia menilai perlu dikaji juga kesungguhan dari penegak hukum dalam menindak perusahaan-perusahaan yang tidak bertanggung jawab tersebut.

"Tak hanya perusahaannya saja, tapi yang juga penting adalah keseriusan penegak hukum dalam menindak perusahaan-perusahaan yang tidak bertanggung jawab itu," tegas Wa Ode.

Sementara itu, Anggota Pansus asal Sumatera Selatan, Asmawati menambahkan hasil kajian Pansus akan menjadilangkah strategis bagi DPD RI untuk  kembali mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pencengahan Kebakaran Lahan sebagai usul inisiatif yang merupakan keputusan Komite II DPD RI periode lalu.

Rapat ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota Pansus lainnya, seperti Permana Sari (Kalimantan Tengah), Siska Marleni (Sumatera Selatan) dan M. Rakhman (Kalimantan Tengah). Dalam rapat tersebut, Pansus rencanakan untuk meminta keterangan dari sejumlah pihak yang terkait dengan bencana asap ini, diantaranya sejumlah kepala daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya