Berita

Politik

Partai Komunis China Hentikan Kebijakan Satu Anak

JUMAT, 30 OKTOBER 2015 | 08:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Komunis China memutuskan untuk mengkahiri larangan bagi setiap rumah tangga memiliki seorang anak. Keputusan untuk mengakhiri larangan berusia tiga dekade itu disampaikan kantor berita Xinhua, kemarin (Kamis, 29/10).

"Untuk mempromosikan pertumbuhan populasi yang berimbang, China akan terus memegang kebijakan dasar tentang kontrol populasi dan meningkatkan strategi pembangunan populasi," tulis Xinhua mengutip komunike dari Partai Komunis China.

"China akan secara penuh mengimplementasikan kebijakan satu-pasang-dua-anak sebagai respon proaktif terhadap persoalan penuaan populasi," sambung PKC.


Disebutkan bahwa proposal itu masih perlu disetujui oleh lembaga legislatif tertinggi di negeri itu sebelum berlaku efektif.

China kini merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia, sekitar 1,3 miliar jiwa. Kebijakan satu-anak diberlakukan pada era 1970an.

Untuk menjaga agar kebijakan itu dilaksanakan, pemerintah China mendorong pasangan untuk mengaborsi bayi kedua yang sedang dikandung, juga memberikan sanksi yang berat dan mendorong sterilisasi. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Kesiapan Listrik dan Personel Siaga PLN Diapresiasi Warga

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:51

Megawati Minta Kader Gotong-Royong Bantu Sumatera

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:35

Muannas Peringatkan Pandji: Ibadah Salat Bukan Bahan Lelucon

Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:28

Saksi Cabut dan Luruskan Keterangan Terkait Peran Tian Bahtiar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:53

Rocky Gerung: Bagi Megawati Kemanusiaan Lebih Penting

Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:40

Presiden Jerman: Kebijakan Trump Merusak Tatanan Dunia

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:53

Ostrakisme Demokrasi Athena Kuno: Kekuasaan Rakyat Tak Terbatas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31

Megawati Resmikan Pendirian Kantor Megawati Institute

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:53

Khamenei Peringatkan Trump: Penguasa Arogan Akan Digulingkan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:06

NST 2026 Perkuat Seleksi Nasional SMA Kemala Taruna Bhayangkara

Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:36

Selengkapnya