Berita

SB YUdhoyono/net

Diancam, SBY Minta Freeport Angkat Kaki

KAMIS, 29 OKTOBER 2015 | 20:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebelumnya cerita ini tak pernah menjadi berita. Tapi kini, demi memperlihatkan bahwa Indonesia sesungguhnya Indonesia adalah negeri berdaulat dan terhormat, mantan Staf Khusus Presiden Andi Arief tak keberatan bila cerita ini jadi berita.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kata Andi Arief, tidak pernah mau didikte oleh pihak asing, termasuk Multi National Coorporations (MNCs) seperti yang banyak dituduhkan dan dipergunjingkan. Sikap SBY terhadap desakan pihak tegas, yakni membela kepentingan asing.

"Freeport pernah mengancam menghentikan investasi tahun 2011. Melihat ancaman itu SBY mempersilahkan Freeport angkat kaki kalau tidak mau mematuhi persyaratan dan mau menang sendiri sampai mengancam," ujar Andi Arief dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu (Kamis malam, 29/10).


Menurut Andi, yang dilakukan SBY adalah merujuk semua perjanjian termasuk kontrak karya perusahaan asing di Indonesia pada hukum yang berlaku. SBY juga selalu mematuhi semua perjanjian kontrak yang pernah dilakukan sebelumnya.

Dalam renegosiasi kontrak karya SBY selalu berupaya sedikit demi sedikit membuat syarat yang lebih menguntungkan untuk Indonesia. Lebih dari seratus kontrak karya yang dalam negosiasi menguntungkan Indonesia,” jelas Andi Arief.

Setelah diancam balik SBY, bagaimana reaksi Freeport?

"Akhirnya Freeport menyerah dan tetap ingin berinvestasi di Indonesia," jawab Andi Arief.

Andi Arief juga menjelaskan relasi SBY dengan British Petroleoum (BP) dari Inggris. Dia mengingatkan, SBY memenangkan perundingan sehingga 50 persen hasil produksi gas BP untuk konsumsi dalam negeri.

"Ini menjawab tuduhan seakan-akan gelar dari Kerajaan Inggris untuk SBY adalah hadiah. Tidak, gelar itu terima justru setelah SBY memastikan British Petroleum patuh pada permintaan Indonesia," sambungnya.

Demikian juga dalam kasus Inalum. Inalum bisa kembali ke Indonesia setelah kontrak karya berakhir.

"Sikap SBY jelas, dan sekarang Inalum 100 persen milik Indonesia," demikian Andi Arief. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya