Berita

h.m prasetyo/net

Politik

Jaksa Agung Tiba-tiba Curhat Saat Rapat Pansus Pelindo II

KAMIS, 29 OKTOBER 2015 | 15:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku akan menjawab dengan seksama dan hati-hati semua pertanyaan yang diberikan dalam rapat Pansus Pelindo II di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/10).

Pasalnya, mantan kader Partai Nasdem itu merasa tengah menjadi sasaran tembak para koruptor. Menurutnya, opini maupun penanganan kasus yang ditangani Kejaksaan Agung selalu diputarbalikkan faktanya.

"Sekarang saya dijadikan sasaran tembak. Saya merasa koruptor melakukan perlawanan. Segala macam yang kami lakukan selalu diputarbalikkan," ujarnya saat memberi kesimpulan dalam rapat kerja Pansus Pelindo II di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/10).


Ia pun mencontohkan kasus mengenai penetapan tersangka mantan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Padahal, lanjutnya, kasus itu ditangani oleh Polri. Namun kemudian diberhentikan setelah publik mengetahui perihal penetapan tersangka oleh Polri, yang diumumkan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Namun belum selesai dia bercerita, Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka memotong dan meminta Prasetyo fokus pada kesimpulan mengenai kasus Pelindo II.

"Maaf pak Jaksa, tolong fokus pada kasus. Kalau nanti kalau mau curhat-curhatan soal Risma nanti saja sama saya di ruangan saya berdua," potong Reike yang diamini anggota Pansus.

HM Prasetyo meneruskan. Katanya tidak mudah dalam menangani sebuah kasus. Untuk itu ia mengatakan akan menunggu audit dari BPK mengenai kerugian negara yang dialami negara atas kasus Pelindo II.

"Kita harus menunggu audit BPK dulu. Jadi peluang keuntungan yang seharusnya diterima negara dan lari keluar negeri harus kita selidiki dulu. Termasuk menanyakan ke Polri," tandasnya.

Sementara Rieke, meminta Jaksa Agung bersabar dan bersama-sama dengan DPR membuktikan ke publik bahwa lembaga negara sudah bekerja dengan benar demi rakyat.

"DPR juga menghadapi masalah sama pak Jaksa. Jadi mari kita buktikan bahwa lembaga negara sama-sama bekerja dengan benar demi rakyat," tandas politisi PDIP itu.[wid]



Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya