Berita

arief yahya/net

Bisnis

RR Yakin Menpar Arief Punya Strategi yang Bagus

KAMIS, 29 OKTOBER 2015 | 11:29 WIB | LAPORAN:

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan 2015.

Dalam sambutannya, Rizal kembali mengingatkan target-target kepariwisataan yang harus dicapai sebelum tahun 2019.

"Targetnya harus jelas. Apapun yang penting implementasinya. Rakor yang dibuka hari ini harus lakukan evaluasi, mana yang kurang diperbaiki, yang bagus diperkuat. Saya memimpin rapat di mana-mana kalau meyangkut strategi dan policy mau diskusi sampai pagi, kalau pelaksaanan no discussion just do it, kalau ditahap implementasi masih juga diskusi tidak jadi-jadi itu barang," ujar Rizal saat membuka Rakornas Kepariwisataan di Hotel Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).


Rizal yakin Kementerian Pariwisata mampu menyusun dan menjalankan strategi pencapaian target sektor wisata selama lima tahun ke depan. Target-target dimaksudnya itu, pertama menyangkut jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia dari 10 juta menjadi 20 juta pengunjung.

Kedua, penambahan bebas visa yang saat ini berjumlah hampir 100 negara. Rizal mengatakan, jumlah negara penerima bebas visa akan ditambah lagi.

"Pokoknya kabinet reshuffle ini kerjanya lebih cepatlah dari sebelumnya. Cepat juga ya ini," seloroh Rizal.

Ketiga, lanjut Rizal, pendapatan devisa dari sektor wisata ditargetkan 50 miliar dolar AS per tahun dari semula 10 miliar dolar AS. Berikut menyangkut perluasan lapangan kerja di bidang pariwisata baik langsung maupun tidak langsung.

Rizal juga meminta optimalisasi manajemen 10 destinasi pariwisata baru di luar Bali yang di antaranya Danau Toba, Labuhan Bajo, Pulau Seribu, dan Wakatobi.

"Sejauh ini kami percaya Menpar Arief Yahya punya strategi yang bagus, kami selalu diskusi. Kadang banyak yang strateginya nggak jelas cuma sibuk aktivitas saja. Akibatnya tidak ada perubahan atau perbaikan. Pariwisata ini jelas, Arief bisalah jadi menteri lima tahun lagi," ucap Rizal, meyakinkan.

Di akhir sambutannya, Rizal pun berpesan keberhasilan dalam satu bidang bisa dicapai jika memiliki hasrat. Kata mantan kepala Bulog ini, banyak orang cerdas tapi tak bisa maju karena tak memiliki itu.

"Mari kita berpikir kreatif dari pagi sampai malem gimana cara memperbaiki agar Indonesia lebih maju. Do it with passion. Hal yang mekanikal tak pernah menarik. Kreatif maka aturan dan hasilnya akan berbeda," demikian Rizal.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya