Berita

Mandiri Inhealth Turut Mendukung Program Kesehatan Pemerintah

RABU, 28 OKTOBER 2015 | 21:06 WIB

‎ Sebagai salah satu rangkaian dari Hari Ulang tahun PT Asuransi Jiwa Inhealt Indonesia (Mandiri Inhealth) yang ke-7, Mandiri Inhealth menggelar acara Customer Gathering dengan mengususng tema "Semakin Dekat dengan Anda”. Acara di selenggarakan Rabu (28/10) di Plaza Bapindo, Jakarta Selatan.

‎Diawali dengan konferensi Pers yang dihadiri oleh Plt. Komisaris Utama Mandiri Inhealth, Rico Usthavia Frans yang juga Senior Executive Vice Presidnt Banking Transaction PT bank Mandiri Tbk (bank Mandiri) serta seluruh Direksi Mandiri Inhealth.

Dalam konferensi Pers dijelaskan bahwa mandiri inhealth telah melaksanakan mekanisme coordination of benefit (COB) dengan skim Jaminan kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Dengan mekanisme COB ini korporasi dapat mengurangi dampak double payment atas pertanggungan karyawan karena sebagian klaim dapat ditanggung dalam skim JKN Mandiri Inhealth sangat familiar dengan skim JKN ini karena telah menyelenggrakan skim serupa (managed care) yang merupakan core business sejak awal pendirian.


‎Rico Usthavia Frans mengatakan, salah satu tujuan Bank Mandiri mengakuisisi Inhealth adalah menjadi jalan agar Bank Mandiri bisa menjadi bank terbaik di Asia. "Kenapa Bank Mandiri akuisisi Inhealth, itu karena ingin jadi the best bank in Asia, strateginya menguasai dana murah, harus bisa menangkap transaksi-transaksi nasabah, untuk itu fokus ke beberapa sektor, salah satunya health care, Inhealth kan pemain utama, leader di asuransi kesehatan yang bersifat manage care, jadi kita akan fokus ke situ, perkembangannya sangat baik," jelas Rico.

‎Salah satu perusahaan asuransi yang mendukung layanan BPJS adalah Mandiri Inhealth. Koordinasi keduanya telah dilakukan sejak pertama kali BPJS terbentuk di tahun 2014.

‎Ditempat yang sama, Direktur Operasional Mandiri Inhealth Wahyu Handoko mengatakan bahwa sebenarnya perusahaan tak perlu bingung antara asuransi swasta atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS.

"Ini kan keseimbangan baru. Kita ada koordinasi dengan BPJS namanya COB dan kita lihat ruang apa dalam JKN yang bisa kita lengkapi dan ada bisnisnya. Ruang itu adalah kecepatan dan kenyamanan layanan karena tentu kalau untuk layanan kesehatan sendiri kita tak bisa menyaingi yang menjamin dari ujung rambut sampai ujung kaki," kata Wahyu.

"Produk yang kita desain adalah untuk kecepatan dan kenyamanan. Perusahaan yang mempunyai finansial lebih pasti akan menjadikan itu tolak ukur apakah jaminan karyawan cukup BPJS saja atau pada level tertentu BPJS plus asuransi kesehatan," lanjutnya.

‎Kondisi ekonomi saat ini memang menjadi tantangan bagi perusahaan yang harus memberikan jaminan kesehatan pegawainya. Bagi yang mempunyai kemampuan finansial pas mungkin hanya akan mendaftarkan pegawainya ke BPJS namun jika ingin lebih seperti ingin lebih cepat dilayani dengan fasilitas yang nyaman, maka bisa menggandeng asuransi swasta. Untuk diketahui, saat ini memang sudah ada beberapa perusahaan asuransi swasta yang telah bekerja sama dengan BPJS. [sam]‎

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya