Berita

ahmad zainuddin/net

Politik

Patriotisme Pemuda 1928 harus Dijadikan Inspirasi Pemimpin

RABU, 28 OKTOBER 2015 | 09:55 WIB | LAPORAN:

Sebelum Indonesia merdeka tahun 1945, usaha menuju ke arah kemerdekaan itu sudah dimulai jauh sebelumnya. Bahkan kegigihan semangat patriotisme para pemuda di tahun 1928, menjadi akar kemerdekaan Indonesia 17 tahun kemudian.

Begitu disampaikan Wakil Ketua FPKS MPR RI, Ahmad Zainuddin seperti dikutip dari rilis tertulis yang diterima redaksi, Rabu (28/10).

Zainuddin mengatakan, para pemimpin Indonesia saat ini harus benar-benar mengambil inspirasi patriotisme dan nasionalisme dari para pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda pada tahun 1928.


"Inspirasi tentang mengutamakan persatuan, menafikan perbedaan. Inspirasi tentang optimisme Indonesia pasti akan merdeka dan maju. Inspirasi soal kedaulatan, kemandirian dan nasionalisme. Juga inspirasi tentang ke-Indonesia-an secara utuh," ujar Zainuddin.

Zainuddin menuturkan, literatur-literatur sejarah banyak menyebutkan bahwa pergerakan menuju kemerdekaan Indonesia sudah dimulai sejak awal abad 20. Puncak gelombang pergerakan pertama terjadi saat digelarnya Kongres Pemuda pada tahun 1926 yang berujung pada lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928.

Menurut anggota komisi I DPR RI ini, Indonesia bahkan sudah lahir dengan lahirnya Sumpah Pemuda, meski baru diproklamasikan 17 tahun kemudian pada tahun 1945.

"Tokoh-tokoh pemuda saat itu sudah bicara soal Indonesia secara utuh. Padahal negara ini belum ada. Dan tokoh-tokoh pemuda tahun 1928, sebagian besar mereka juga lah tokoh-tokoh di balik berdirinya negara ini tahun 1945," cetus Zainuddin.

Oleh karena itu, lanjut politisi asal Ponorogo Jawa Timur ini, para pemimpin Indonesia sebagai pengambil kebijakan pemerintahan dan negara saat ini harus memiliki patriotisme dan nasionalisme kuat di tengah lingkungan dunia yang terus berubah dinamis.

"Utamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negara, berorientasi pada menjaga kedaulatan. Tidak mudah bergantung pada asing. Komitmen teguh pada kemandirian bangsa dan kesejahteraan," pungkasnya.[wid] 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya