Berita

Polisi Dunia Maya Dipastikan Hanya Kabar Bohong

SELASA, 27 OKTOBER 2015 | 10:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah meluruskan kabar yang belakangan ini berkembangan di masyarakat tentang polisi khusus untuk menangani kriminalitas di dunia maya.

Dalam pesan yang diterima redaksi, Kepala Pusat Humas dan Informasi Kementerian Informatika dan Informasi (Kominfo) Ismail Cawidu mengatakan, big data cyber security dan cyber crime police tidak benar dan hanya hoax yang tidak dapat diprtanggungjawabkan kebenarannya.

"Kementerian Kominfo telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengkonfirmasi hal tersebut dan fakta yang ada menegaskan bahwa sistem sebagaimana dimaksud dalam hoax tidak diterapkan di pemerintahan Indonesia," ujarnya.


Disebutkan teknologi big data merupakan teknologi pengolah data yang umum dipakai  dalam berbagai aspek kehidupan baik untuk korporasi maupun pemerintahan. Di sisi lain karena Indonesia telah mengatur perlindungan data atau informasi dan pembataasan penggunaannya, penerapan big data wajib tunduk pada berbagai UU tersebut, seperti UU ITE, UU KIP, UU Perbankan dan UU Perlindungan Konsumen.

"Pada dasarnya pengawasan terhadap aktifitas setiap orang di internet dapat melanggar hak konstitusi warga negara khususnya terkait masalah privacy dan kebebasan berekspresi serta berkomunimasi yang merupakan bagian dari demokrasi yang kita junjung tinggi di Indonesia," katanya lagi.

Dia membenarkan bahwa dalam aturan hukum Indonesia memang ada praktik intersepsi atau penyadapan yang dibenarkan untuk kepentingan penegakan hukum, dan tetap dilakukan dengan menjaga dan menghormati HAM.

"Maka diimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak terpengaruh dengan informasi yang menyesatkan tersebut," demikian Ismail Cawidu. [dem] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya