Berita

Besok, 28 Anggota DPR Mafia Anggaran Dilaporkan ke KPK

SENIN, 26 OKTOBER 2015 | 16:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Banggar Watch mengantongi sejumlah nama anggota DPR yang diduga bermain anggaran dalam penyusunan APBN 2016.

Direktur Eksekutive Banggar Watch, Fahmi Hafel mengatakan akan melaporkan nama-nama anggota DPR RI yang menurutnya menjadi monster penyusunan RAPBN 2016 itu ke penegak hukum.

"Kami akan serahkan nama-namanya ke KPK besok (Selasa, 27/10)," kata Fahmi dalam keterangan tertulis kepada redaksi hari ini (Senin 26/10).  


RAPBN 2016 yang akan banyak dijebol oleh para mafia anggaran di DPR, sebut Fahmi, jumlahnya tidak tanggung-tanggung berkisar Rp 1042,6 triliun. Anggaran yang jadi bancakan terdiri dari sektor infrastruktur, pendidkan, kesehatan, transmigrasi, proyek pembangkit listrik, pengadaan alat-alat pertanian dan pupuk  serta Migas .

"Semua proyek di sektor ini sudah diatur baik jumlah pagu, pemenang, dan anggota DPR RI yang menjadi goal getter proyek-proyek tersebut, baik pengadaan barang maupun pembangunannya," papar Fahmi.

Ada 28 anggota DPR yang dituding Fahmi menjadi kordinator lapangan (korlap) pembahasan anggaran. Mereka berasal dari semua fraksi di DPR.

Fahmi menyebut initial nama-nama anggota DPR RI yang akan dilaporkan ke KPK yakni, ANS, AK, MN, RJKI, dan RBAE (Golkar);  RIZ, BH, WiZ, dan IBPS (Gerindra ); INR dan ID (PPP); OLD, NS, SHN, dan WK (PDIP);

Lalu HABA dan SKT (PKS);  DUJ dan EZA (Demokrat);  HCC dan BN (PKB); HJJ, IRS, dan ANQ (PAN); AT, ESR, dan RC (Nasdem); serta DYL (Hanura).

"Dalam proyek-proyek itu terjalin kerjasama yang rapih antara kontraktor, supplier dan petinggi departemen serta kepala dinas di daerah dan kepala daerah yang dikomandoi oleh konsultan proyek yang ditunjukan oleh oknum anggota DPR RI yang ada di Banggar," demikian Fahmi.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya