Berita

aziz syamsuddin/net

Nusantara

Politisi Golkar Dorong Dibentuk Pansus Penanggulangan Karhutla

SENIN, 26 OKTOBER 2015 | 12:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Musibah kabut asap akibat pembakaran hutan semakin mengkhawatirkan. Perlu ada penanganan serius terhadap bencana yang setiap tahun terjadi di Indonesia itu.

Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin menyarankan agar dibentuk sebuah panitia khusus penanggulangan kebakaran hutan, agar bencana tahunan itu tidak kembali terulang.

Pansus perlu dibentuk lantaran masalah asap ini merupakan masalah yang turut melibatkan badan-badan lintas komisi, mulai dari hukum, lingkungan hidup, kehutanan, kesehatan, hingga penanggulangan bencana.


"Ini harus disikapi secara serius. Saya kira jangan hanya sekadar Panja, kita harus mendorong ke Pansus," ujar politisi Partai Golkar itu saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/10).

Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional P‎enanggulangan Bencana (BNPB) disebutkan bahwa terdapat sebanyak 10 korban tewas akibat kabut asap di Sumatera dan Kalimantan, baik lewat dampak langsung maupun tidak langsung.

"Dampak langsung adalah korban yang meninggal saat memadamkan api lalu ikut terbakar, sedangkan tidak langsung adalah korban yang sakit akibat asap, atau sebelumnya sudah punya riwayat sakit lalu adanya asap memperparah sakitnya," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat pernyataan resmi, beberapa hari lalu.

Data BNPB juga mencatat ada 503.874 jiwa yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di enam provinsi sejak 1 Juli-23 Oktober 2015.

Sejauh ini, penderita ISPA terbanyak ada di provinsi Jambi dengan 129.229, lalu di Sumatera Selatan dengan 101.333, di Kalimantan Selatan ada 97.430 penderita ISPA, 80.263 penderita di Riau, 52.142 di Kalimantan Tengah, dan 43.477 di Kalimantan Barat.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya