Berita

saddam hussein/net

Dunia

Tony Blair Akui Perang Irak 2003 Sebuah Kesalahan

SENIN, 26 OKTOBER 2015 | 07:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair akhirnya mengakui bahwa serangan pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat ke Irak pada 2003 adalah sebuah kesalahan. Pemerintahan Inggris yang dipimpin Blair saat itu adalah salah satu pendukung utama serangan tersebut.

Namun demikian, dalam dialog bersama jurnalis senior CNN Fareed Zakaria, Blair mengatakan dirinya tidak menyesali kejatuhan Saddam Hussein.

"Saya bisa mengatakan, saya minta maaf karena informasi intelijen yang kami terima salah," ujarnya. Menurut dia senjata pemusnah massal yang digunakan rezim Saddam Hussein ada dan digunakan untuk membantai rakyat Irak. Namun keberadaan senjata pemusnah massal itu tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya.


Keberadaan senjata pemusnah massal milik Saddam Hussein itulah yang menjadi dasar dan alasan Amerika Serikat dan Inggris melancarkan serangan ke Irak.

Menteri Luar Negeri AS kala itu, Colin Powell, dalam sidang Dewan Keamaan PBB bulan Februari 2003 memastikan keberadaan senjata pemusnah massal itu. Namun belakangan, Powell menyadari kekeliruannya dan pada November 2004 dia mengundurkan diri dari pemerintahan Bush.

Sebanyak 4.000 tentara AS dan 179 tentara Inggris tewas dalam serangan itu.

"Saya rasa sulit untuk minta maaf atas upaya menjatuhkan Saddam. Saya kira, bahkan untuk hari ini di tahun 2015 lebih baik dia tidak ada di sana dibandingkan dia ada di Irak saat ini," kata Blair lagi. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya