Berita

Politik

Patut Dicurigai Hidayat Nur Wahid Menginginkan Pemerintahan Jokowi Kolaps

MINGGU, 25 OKTOBER 2015 | 12:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komentar Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengenai isu reshuffle kabinet dinilai tidak berdasar dan bermoral.

Kordinator Relawan Rakyat Jateng, Muhamad Khabib menilai pernyataan Hidayat yang menuduh masuknya Rizal Ramli dalam kabinet hanya menimbulkan kegaduhan menunjukkan Hidayat ingin menjerumuskan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk tetap tidak melakukan perubahan-perubahan mendasar di negeri ini.

"Kami justru balik bertanya kepada dia (Hidayat Nur Wahid), apa prestasi Anda saat duduk sebagai Ketua MPR 2004-2009? Tidak ada prestasi Anda ketika duduk sebagai ketua MPR terkait perubahan negeri ini ke arah yang lebih baik. Yang lebih ironis lagi, Anda nyalon Gubernur DKI saja gagal, apalagi prestasi sebagai ketua MPR? Ini membuktikan bahwa Anda sudah tidak dikehendaki rakyat. Sehingga, tidak bermoral dan tidak patut kalau sampai menuduh Menko Maritim dan Sumber Daya sebagai biang kegaduhan reshuffle kemarin," kata Khabib kepada Kantor Berita Politik RMOL.


Khabib menduga kuat tuduhan Hidayat hanya untuk membela Sudirman Said yang akhir-akhir ini getol membela Freeport. Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat ini sedang terjadi perbedaan pendapat masalah Freeport antara Menteri BUMN itu dengan Rizal Ramli.

Rizal dengan nyali tinggi berani melawan Freeport demi membela kepentingan kedaulatan nasional, sementara Sudirman Said justru mengobral negosiasi perpanjangan Kontrak kepada Freeport sampai tahun 2041. Sudirman bahkan tak peduli sekalipun perlu dilakukan dengan cara-cara melawan hukum.

"Kami ingatkan Hidayat agar hati-hati kalau berkomentar. Alangkah baiknya sebelum berkomentar Anda introspeksi diri dulu. Apalagi komentarnya hanya untuk membela seseorang yang kami ragukan keberpihakan nasionalismenya," kata Khabib.

Dengan Komentarnya itu, masih kata Khabib, justru Hidayat sebagai Wakil Ketua Majelis Syuro PKS tengah menunjukkan bahwa dirinya tidak tulus memberikan saran kepada Presiden Jokowi dalam menggapai perubahan Indonesia yang lebih baik.

"Kami malah melihat sebaliknya, manufer Hidayat hanya akan menjerumuskan pemerintahan Kabinet Kerja agar tidak melakukan perubahan yang mendasar di negeri ini, sehingga pemerintahan Jokowi kolaps dan gagal. Ini patut dan sangat layak dicurigai," tukas Khabib.[dem]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya