Berita

Politik

Copot Menteri Bermasalah atau Indonesia Karam

MINGGU, 25 OKTOBER 2015 | 10:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Salah satu program Nawacita yang digembar-gemborkan Presiden Joko Widodo adalah penegakan hukum dan hak asasi manusia. Namun setahun Jokowi memerintah, agenda suci tersebut tidak terwujud.

"Evaluasi penegakan hukum dan HAM dalam setahun Pemerintahan Jokowi-JK masih jauh panggang dari api alias mengecewakan. Hukum dan HAM masih jadi komoditas mahal dan langka bagi rakyat Indonesia," ujar Koordinator Nasional Team Advokasi Gerakan Rakyat (TEGAR) Indonesia, Agus Rihat P. Manalu.

Menurutnya, banyak problem di sektor hukum dan keamanan yang malah bermunculan, antara lain korupsi kian marak, konflik antar institusi berlangsung terbuka, narkoba merajalela, munculnya insiden SARA seperti Tolikara, dan kasus Salim Kancil yang dibunuh karena menolak tambang pasir. Hal ini, kata dia, bukti nyata lemahnya kinerja dan koordinasi para menteri pembantu Presiden Jokowi.


"Rakyat menilai ada intervensi Jaksa Agung H.M. Prasetyo dalam kasus bantuan sosial (bansos) Pemprov Sumut yang ramai ditayangkan media massa. Dalam kasus JICT, Menteri Rini Soemarno dan Dirut Pelindo II RJ Lino diduga banyak penyimpangan, ketika Komjen Buwas lakukan penyelidikan, malah terpental jadi korban konspirasi elite busuk," terang Agus.

Dalam pemberantasan korupsi, kata advokat alumnus Unila tersebut, kian banyak yang ditangkap misalnya OC Kaligis, Rio Capella, Dewi Yasin Limpo, dan lain-lainnya. Gayus Tambunan bebas berkeliaran, penjara marak narkoba saat razia BNN, isu jual-beli kasus hukum ramai terdengar, konflik SARA dan lainnya terus terjadi, hingga rakyat kecil seperti Salim Kancil dan Tosan jadi korban saat perjuangkan haknya. Terkini, kebijakan perburuhan RPP Pengupahan akan kembali menuai protes demonstrasi jutaan buruh.

"Janji Jokowi mengenai penegakan hukum, pemberantasan korupsi dan keamanan, tak mampu diterjemahkan dengan baik oleh para menteri. Hukum masih saja tajam ke bawah tumpul ke atas. Jokowi harus copot para menteri bermasalah yang menjauhkan cita-cita Trisakti dan Nawacita. Reshuffle Kabinet Kerja atau Indonesia karam," pungkas Agus Rihat.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya