Berita

Politik

Air Purifier 20 Dolar Per Unit, Korban Kabut Asap Tak Perlu Mengungsi

MINGGU, 25 OKTOBER 2015 | 10:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Sosial menegaskan warga terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan tidak perlu dievakuasi ke tempat pengungsian.

Menurut Menteri Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan yang diterima redaksi hari ini, keadaan tersebut bisa diatasi dengan pemasangan air purifier yang harganya terjangkau dan sangat memungkinkan untuk bisa dipasang di rumah-rumah warga.

"Harga alat air purifier terjangkau dan bisa dipasang di rumah-rumah warga, sehingga tidak perlu ada evakuasi ke tempat pengungsian, apalagi ke luar kota," ujarnya Khofifah.
 

 
Untuk harga alat air purifier, kata Mensos, yaitu 20 dolar per unit dan hari ini bisa diproduksi 1.000 unit. Adapun besok 1.000 unit lagi yang diprioritaskan untuk daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Saat ini, tingkat ketebalan asap dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sudah harus diwaspadai agar tidak membahayakan bagi kesehatan warga. Alat air purifier, kata Khofifah, akan dibagikan pada di titik evakuasi. Namun, sehari setelah sebelumnya telah dilakukan pembagian kepada keluarga dengan prioritas utama tetap di titik evakuasi.

"Alat akan dibagikan di titik evakuasi, setelah sehari sebelumnya diujicobakan untuk dibagi pada keluarga. Tapi tetap prioritas pada titik evakuasi," katanya.

Jika di semua tempat evakuasi memakai fasilitas pendingin ruangan ber-AC. Hal itu jauh lebih aman dan tidak dibutuhkan lagi alat air purifier. Sebaliknya, bila tidak full menggunakan AC, maka diperlukan air purifier.

"Air purifier merupakan alat yang berstandar internasional yang sudah digunakan di banyak negara," tandasnya.[dem]

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya