Menteri Sosial menegaskan warga terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan tidak perlu dievakuasi ke tempat pengungsian.
Menurut Menteri Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan yang diterima redaksi hari ini, keadaan tersebut bisa diatasi dengan pemasangan air purifier yang harganya terjangkau dan sangat memungkinkan untuk bisa dipasang di rumah-rumah warga.
"Harga alat air purifier terjangkau dan bisa dipasang di rumah-rumah warga, sehingga tidak perlu ada evakuasi ke tempat pengungsian, apalagi ke luar kota," ujarnya Khofifah.
Untuk harga alat air purifier, kata Mensos, yaitu 20 dolar per unit dan hari ini bisa diproduksi 1.000 unit. Adapun besok 1.000 unit lagi yang diprioritaskan untuk daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Saat ini, tingkat ketebalan asap dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sudah harus diwaspadai agar tidak membahayakan bagi kesehatan warga. Alat air purifier, kata Khofifah, akan dibagikan pada di titik evakuasi. Namun, sehari setelah sebelumnya telah dilakukan pembagian kepada keluarga dengan prioritas utama tetap di titik evakuasi.
"Alat akan dibagikan di titik evakuasi, setelah sehari sebelumnya diujicobakan untuk dibagi pada keluarga. Tapi tetap prioritas pada titik evakuasi," katanya.
Jika di semua tempat evakuasi memakai fasilitas pendingin ruangan ber-AC. Hal itu jauh lebih aman dan tidak dibutuhkan lagi alat air purifier. Sebaliknya, bila tidak full menggunakan AC, maka diperlukan air purifier.
"Air purifier merupakan alat yang berstandar internasional yang sudah digunakan di banyak negara," tandasnya.
[dem]