Berita

Bisnis

Proyek-proyek Pertamina Jangan Diserahkan ke Asing

SABTU, 24 OKTOBER 2015 | 14:24 WIB | LAPORAN:

Sebagai bagian dari BUMN, Pertamina harus menyadari tugas utamanya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Mohammad Hekal menegaskan bahwa dirinya tak setuju jika proyek-proyek perusahaan plat merah itu diserahkan kepada asing.

"Kalau benar mereka berpihak pada asing, patut kita pertanyaan nasionalisme mereka," ujar Hekal di Jakarta, Sabtu (24/10).


Sebab itu sama artinya Pertamina secara tidak langsung sudah mengkhianati negara dan rakyat Indonesia. Hekal mengingatkan, pada hakekatnya, pemegang saham Pertamina adalah negara alias milik rakyat.

"Jadi enggak masuk akal kalau dia mementingkan asing apalagi BUMN punya misi menguasai bidang-bidang yang menyangkut hajat hidup orang banyak," cetusnya.

Dikatakan, DPR memberikan tugas kepada BUMN untuk menjadi agent of development atau agen pembangunan. Ujung dari tugas-tugas itu tentu saja untuk kepentingan bangsa. Kalau ada keterlibatan asing dinilainya wajar tapi harus diprioritaskan pada kegiatan yang tidak mampu dihandel Pertamina.

"Tapi masa ya warga lokal tidak ada yang kompeten di bidang itu," cetusnya.

Atau, minimal keuntungan yang diperoleh pihak asing wajar dan sesuai dengan kebutuhan Pertamina. Tentu kata dia, warga lokal yang diprioritaskan.

"Jadi saya jelas tidak setuju kalau asing. Harus prioritaskan pengusaha
lokal dengan catatan si pengusaha lokal bener-benar lokal, bukan kedok
asing," ujarnya.

Tidak hanya itu, politikus Partai Gerindra itu juga mengungkapkan mengenai suplai untuk perusahaan swasta dan asing yang perlu dilakukan Pertamina.

"Pertamina dalam hal suplai ya harus profesional selayaknya perusahaan kelas dunia dan bisa memberikan jaminan ketersediaan pasokan petrokimia dan gas untuk industri domestik, agar sektor-sektor strategis ekonomi domestik bisa bergerak maju. Dengan demikian kemandirian ekonomi baru bisa terwujud," demikian Hekal.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya