Berita

Menteri BUMN Rini Soemarno/net

Bisnis

Merger Bikin Perusahaan Pelat Merah Lebih Efisien Dan Sehat

Jelang MEA, Rini Diminta Percepat Bentuk Holding BUMN
JUMAT, 23 OKTOBER 2015 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri BUMN Rini Soemarno diminta secepatnya merealisasikan keinginan Presiden Jokowi mewujudkan perusahaan pelat merah menjadi lebih besar dengan membentuk holding atau perusahaan joint venture. Gagasan Presiden ini dianggap strategis guna memperkuat bisnis BUMN jelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015.

Menurut Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria, Rini seharusnya bisa merealisasikan arahan presiden karena hal ini sangat menguntungkan BUMN.

"Hanya saja, pembentukan holding untuk BUMN yang sudah Tbk memang butuh kajian lebih mendalam," kata Sofyano kepada Rakyat Merdeka, kemarin.


Menurut Sofyano, kajian lebih dalam ini perlu dilakukan karena tidak sedikit BUMN yang bersifat terbuka (Tbk) permodalannya juga dimiliki swasta bahkan investor asing. Ia mencontohkan pembentukan holding bank BUMN, antara BRI, BNI, BTN dan Bank Mandiri, tidak bisa dilakukan sebelum pemerintah memiliki 100 persen saham dari keempat bank tersebut.

"Pemerintah harus melakukan buyback (pembelian kembali) saham, sebelum menggabungkan usaha perseroan. Selain itu, pemerintah harus memperhatikan segala aspek bisnis perusahaan yang akan di-merger-kan agar setelah digabungkan akan terjalin sinergi positif yang membuat BUMN semakin kuat," katanya.

Sofyano juga mencontohkan, bisnis di PT Pelindo, akan berbeda penanganannya dengan bisnis Pelindo II di Jakarta dan Pelindo III di Makassar.

Lain halnya, kata dia, jika bisnis BUMN-nya bersifat Persero seperti PT Perkebunan Nusantara I-VIII. "Kalau ini berpeluang digabung karena sahamnya 100 persen milik pemerintah dan pola bisnisnya sama meski daerahnya berbeda-beda," urainya.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, roadmap sinergitas BUMN sedang disiapkan oleh kementerian. Sesuai target presiden, roadmap tersebut harus selesai sebelum akhir tahun ini. Dalam roadmap itu, Rini menegaskan opsi pembentukan holding BUMN strategis dan merger untuk beberapa BUMN yang merugi sangatlah terbuka.

Salah satu yang berpotensi di-merger adalah perusahaan pelayaran PT Djakarta Lloyd (Persero). "Tadi bapak presiden mengatakan, kalau perlu di-merger akan kita merger," katanya.

Sekretaris Menteri BUMN Imam Apriyanto Putro membenarkan, kementeriannya tengah menyiapkan roadmap secara menyeluruh sebagai acuan pelaksanaan pembinaan BUMN ke depan. Termasuk roadmap melakukan merger maupun holding perusahaan pelat merah yang memiliki persamaan bisnis.

"Roadmap-nya memang belum selesai. Tapi akan kita sesuaikan dengan arahan bapak presiden karena sejalan dengan komitmen kami untuk terus melakukan efisiensi proses bisnis di masa mendatang," kata Imam kepada Rakyat Merdeka.

Dengan dilakukanmerger di antara BUMN, lanjut Imam, diharapkan dapat mengurangi persaingan tidak sehat. Masing-masing perusahaan selanjutnya bisa lebih efisien sehingga harga dari setiap produk bisa lebih murah.

"Itu nilai positifnya. Tapi, untuk melakukan merger juga perlu proses dan waktu, terutama penyesuaian budaya kerja yang berbeda," katanya.

Sebelumnya, beberapa kajian juga pernah dilakukan untuk melakukan merger atau holding. Seperti yang telah dilakukan pada holding semen (Semen Indonesia) dan pupuk (Pupuk Indonesia).

"Berbagai langkah kami upayakan agar bisa memperbesar dan memperkuat semua BUMNyang ada," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta dilakukannya merger atau pembentukan holding BUMN untuk meningkatkan daya saing. "Saya ingin agar BUMN-BUMN ini menjadi besar, entah lewat re-evaluasi aset atau pembentukan holding dengan mengabungkan BUMN," kata Jokowi.

Tapi, ia menekankan, holding-isasi BUMN harus dijalankan dengan cara yang transparan dan benar, serta memiliki visi dan misi yang sama ke depan. Ia mencontohkan, holding BUMN di Malaysia seperti Temasek dan Khazanah, sangat cepat melesat karena holding-isasi dilakukan dengan benar.

"Kalau tidak bisa langsung holding, bisa dengan virtual holding dulu. Tetapi betul-betul sudah dimulai. Sehingga menjadi sebuah sistem, tidak bekerja sendiri-sendiri. Bisa mulai banyak sinergi dalam pengembangan, kerja sama, operasi dan konglomerasi BUMN," terang Jokowi.

Saat ini, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) I sampai IV menjadi perusahaan yang paling siap dilebur menjadi satu holding kepelabuhanan yang besar. Selain itu, ada PT Perkebunan Nusantara I sampai VIII yang siap dilebur menjadi hording perkebunan.

Untuk memastikan instruksinya dijalankan, Jokowi memerintahkan Menteri BUMN Rini Soemarno membuat peta jalan holding-isasi BUMN ke depan. ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya