Berita

m yusuf/net

Politik

Kepala PPATK Ngaku Siap Gantikan Posisi HM Prasetyo

KAMIS, 22 OKTOBER 2015 | 16:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wacana perombakan kabinet dan pejabat tinggi pasca setahun pemerintahan Jokowi-JK semakin hangat. Salah satu yang menjadi pembicaraan adalah posisi Jaksa Agung yang kini diduduki HM Prasetyo.

Kader Partai Nasdem itu dinilai berkinerja buruk. Penggeseran posisi HM Prasetyo diperkuat dengan adanya pernyataan dari Partai Nasdem yang menyebut banyak pihak ingin merebut jabatan Jaksa Agung karena dinilai strategis.

Nama Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf muncul ke permukaan dan digadang-gadan akan menempati posisi Jaksa Agung dalam reshuffle kabinet jilid II.


Lalu apakah Yusuf siap menggantikan Prasetyo jika benar-benar posisi Jaksa Agung akan direshuflle?

Ketika pertanyaan itu disampaikan kepada Yusuf di sela-sela rapat dengan Pansus Angket PT Pelindo II DPR, ia merendah.

"Masih banyak orang yang lebih bagus daripada saya, sampai sekarang enggak ada itu reshuffel. Tapi saya ini prajurit dimanapun saya siap ditempatkan," tegas Yusuf di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 22/10).

Dia membantah jika dikatakan sudah ada komunikasi antara dirinya dengan Presiden Jokowi soal soal menduduki jabatan Jaksa Agung.

"Enggak ada (komunikasi). Itu pandangan temen-temen aja. Tapi saya apresiasi berartikan (saya) dihitung orang," jelasnya.

Semantara adanya desakan publik agar posisi Jaksa Agung diisi oleh orang yang mempuyai kapasitas dan bukan dari unsur politisi. Yusuf menegaskan bahwa dirinya mempuyai pengalaman di bidang penegakan hukum. Yusuf sendiri sebelum menduduki jabatan kepala PPATK telah berkarir di korps Adhyaksa.

"Oh siap (jadi Jaksa Agung). Saya katakan saya sebagai prajurit siap, saya punya Ilmu itu, saya punya pengalaman untuk itu (penegakan hukum)," tukas dia. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya