Berita

PPATK Dorong Pansus Pelindo II Fokus

KAMIS, 22 OKTOBER 2015 | 14:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

.  Panitia Khusus (Pansus) Angket PT Pelindo II DPR RI kembali menggelar rapat guna mendalami kasus dugaan korupsi di BUMN yang dipimpin oleh RJ Lino itu.

Kali ini Pansus menghadirkan Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Yusuf. Yusuf menyarankan agar pansus lebih fokus ke kasus yang akan diungkap. Pasalnya, permohonan yang diajukan Bareskrim Polri ke PPATK untuk mentresing transaksi keuangan soal kasus Pelindo II masih global.

"Supaya fokus, apa yang mau diambil ‎apa yang mau dicari, surat Bareskirm pertama sangat global menyebut ada 30 nama individu dan 20 perusahaan sementara kan yang dibahas masalah mobile crane," kata dia usai rapat dengan pansus di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 22/10).


Setelah saran itu disampaikan, akhirnya, lanjut Yusuf, pansus menyepakati akan menanyakan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang juga melakukan audit kerugian negara di Pelindo II.

"Sehingga tadi kita sepakat, nanti pansus akan tanyakan ke BPK karena BPK melakukan audit terhadap perusahaan itu," jelasnya.

Disinggung soal penanganan kasus dugaan korupsi mobile crane di Pelindo II oleh Bareskrim, Yusuf mengaku akan terus mendorong dan memberikan bantuan kepada penyidik untuk mengungkap tuntas, namun tetap harus fokus kasusnya.

"Sementara yang polisi sudah bergerak menangani mobile crane tetap kita dorong kita bantu selama ada permintaan Bareskrim," tukas dia. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya