Berita

Giwo Rubianto Wiyogo/net

Politik

Kaum Perempuan Harus Punya Kemandirian Ekonomi

KAMIS, 22 OKTOBER 2015 | 09:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) melakukan kerjasama untuk membangkitkan semangat emansipasi kaum hawa.

Kegiatan yang bertajuk "Kemandirian Ekonomi Perempuan dalam Meningkatkan Kualitas Organisasi" tersebut dirangkum dalam pembinaan kerukunan wanita Buddhis yang digelar di Tangerang, Banten beberapa waktu lalu.

Ketua Umum Kowani, Dr Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan kemandirian ekonomi perempuan sangat penting bagi diri, keluarga, maupun organisasi yang digelutinya. Menurutnya, kemandirian bisa diperoleh melalui banyak hal. Pertama, melalui minat dan kesadaran akan urgensi mandiri secara ekonomi. Kedua, ada kesadaran untuk terus mengisi atau memberdayakan diri terus-menerus. Ketiga, aktif dan serius mencari serta memilih guru atau mentor yang tepat.


"Inilah kunci mengembangkan organisasi. Karena organisasi yang berkualitas membutuhkan beberapa prasayarat dan indikator penunjang, salah satunya adalah sumber daya manusia (SDM) yang baik dan memiliki kemandirian ekonomi," sebut Giwo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/10).

Ia menjelaskan, kemandirian adalah suatu sikap yang memungkinkan seseorang bertindak bebas, melakukan sesuatu atas dorongan sendiri dan untuk kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain.

"Juga mampu berpikir dan bertindak original, kreatif, dan penuh inisiatif, mampu mempengaruhi lingkungan, mempunyai rasa percaya diri dan memperoleh kepuasan usaha," ujarnya.

Giwo berharap aktivitas pembinaan yang dilakukan Ditjen Buddha Kemenag bisa mendorong semakin banyak perempuan yang memiliki kemandirian ekonomi. Sehingga ke depan semakin banyak perempuan yang mau berorganisasi sosial, dan menjadi insan-insan yang berkualitas.

"Selain itu, memotivasi para perempuan Indonesia agar bisa meningkatkan kemandirian ekonomi dan setiap organisasi wanita terus bekerja profesional dengan memperbanyak anggota yang andal dan memiliki kemandirian ekonomi," tukasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya